Sistem Trade di NBA, Bagaimana aturannya?


Trade Deadline pada 25 maret 2021, akan tetapi rumor-rumor trade pemain semakin menyeruak kepermukaan, seperti isu trade yang sedang hangat diperbincangkan yakni Andre Drummond dan Blake Griffin. Seperti yang diketahui, untuk perpindahan pemain yang masih dalam kontrak dengan suatu tim, tim pemilik pemain memiliki hak untuk menukar pemainnya dengan pemain atau aset dari tim lain. Untuk itu, bagi yang belum tahu, tripledouball coba membagikan secara singkat mengenai Trade di NBA. 


Baca juga: Mengenal 'Kontrak' dalam NBA seperti supermax, player option, dan lain-lain


  1. Trade, salah satu istilah yang paling sering terdengar, trade merupakan pertukaran antara beberapa tim, bisa lebih dari 2 tim yang terlibat. Dalam trade, tidak harus hanya 'pemain' yang ditukar, melainkan bisa juga hak pilih saat NBA Draft. Saat melakukan Trade, tim harus memperhatikan salary cap (batas gaji maksimal seluruh pemain dalam tim), dimana saat bertukar pemain atau aset, pemain yang didapatkan harus tetap memenuhi batas salary cap. Seorang pemain berkaliber "Superstar", biasanya ditukar dengan pemain yang juga berkaliber "Superstar" juga, atau seorang "Superstar" ditukar dengan banyak pemain atau Aset. Contoh kasusnya, Anthony Davis di trade ke Lakers ditukar dengan Lonzo Ball, Brandon Ingram, Josh Hart, dan tiga first-round picks – termasuk Draft Picks No. 4 di NBA Draft 2019. 1 pemain ditukar dengan 7 Aset.

  2. Lalu Trade Deadline,  merupakan batas waktu semua tim NBA untuk melakukan pertukaran Pemain maupun aset. Mulai tahun 2020, Trade Deadline ditetapkan 10 hari sebelum pertandingan All-Star. Pengecualin pada tahun ini karena jadwal musim yang diundur, Trade Deadline musim ini ditutup pada tanggal 25 maret, setelah All-Star.

  3. Mock Trade adalah suatu perkiraan atau simulasi Trade yang mungkin saja bisa terjadi.

  4. Sign and Trade adalah kondisi pemain tim A yang ingin pindah ke Tim B, dengan cara tanda tangan kontrak baru dengan tim lamanya terlebih dahulu, lalu langsung di trade ke Tim B, ditukar pemain atau aset dari tim B. Hal ini biasanya dilakukan untuk mengakali salary cap, karena kondisi di NBA dimana suatu pemain akan mendapatkan kontrak maksimal yang lebih besar saat meneken kontrak baru bersama tim lama daripada tim baru. Contohnya, saat Kevin Durant (Warriors) ingin bergabung dengan Nets, KD menandatangani kontrak baru dengan Warriors terlebih dahulu, kemudian di trade ke Nets dengan D'Angelo Russell yang setuju tanda tangan kontrak baru dengan Nets untuk dikirim ke Warriors. Sign and Trade dilakukan sesuai tim tujuan pemain tersebut, kebetulan Kevin Durant ingin ke Nets, dan D'Angelo Russell ingin ke Warriors. Sign and Trade ini juga melibatkan beberapa aset yang ditukar. Contoh kasus Sign and Trade yang gagal adalah saat Bogdan Bogdanovic di sign and trade ke Bucks, namun batal karena dirinya tidak ingin menuju Bucks, dan akhirnya dirinya bergabung bersama Hawks.

Dengan adanya sistem trade di NBA, GM tiap tim harus ditutut memiliki visi dan perencanaan yang bagus untuk kelangsungan timnya. Selain itu, GM juga harus pintar mengetahui nilai suatu pemainnya, hal ini tidak jarang membuat posisi GM menjadi salah satu peran penting dalam tim. Salah satu keberhasilan trade baru-baru ini adalah saat Masai Ujiri GM dari Raptors mentrade salah satu bintangnya yang loyal yakni Demar Derozan dan tambahan aset lain untuk mendatangkan Kawhi Leonard dan Danny Green dari Spurs. Trade ini membuahkan hasil dimana Raptors berhasil menjadi juara untuk pertama kalinya pada 2019 lalu, dan Kawhi Leonard terpilih sebagai MVP Finals.
Sistem Trade di NBA, Bagaimana aturannya? Sistem Trade di NBA, Bagaimana aturannya? Reviewed by tripledouball on Februari 22, 2021 Rating: 5

Tidak ada komentar