Kevin Durant Revolusi dari Scoring di NBA


Pecinta Basket NBA pasti tidak asing dengan nama Kevin Durant. Pemain yang kini membela Brooklyn Nets tersebut mengawali kiprahnya di liga bersama OKC Thunder (Seattle Supersonics) usai di draft diurutan kedua, dan sejak itu dirinya mulai menjadi salah satu bintang yang ditakuti karena posturnya yang tinggi dengan kemampuan ball handling seperti seorang guard dan kemampuan shooting sebagus seorang shooter.


Kevin Durant diberkati dengan tinggi dan panjang yang luar biasa yakni 6 kaki 10 inci (208 cm) dengan lebar rentangan tangan 7 kaki 5 inci (226 cm), tetapi ia mampu menggabungkan bakat fisik itu dengan playmaking yang elit dan shooting ability yang efektif yang sangat jarang dimiliki oleh pemain dengan ukuran tubuh besar. Tidak butuh waktu lama bagi Durant untuk menegaskan dirinya sebagai mesin pencetak gol elite. Dia memenangkan tiga gelar Scoring Champions berturut-turut sebelum dia berusia 24 tahun.


9 musim bersama OKC Thunder Kevin Durant sukses membawa tim ke NBA Finals dan meraih gelar individu berupa Scoring Champions dan MVP. Setelah itu Kevin Durant pindah ke tim terbaik dimusim sebelumnya yaitu Golden State Warriors selama tiga musim dengan meraih Gelar juara NBA pertamanya dan menutup perjalanannya di Warriors dengan 2 gelar NBA dan 2 Finals MVP. 


Sejak dua musim lalu hingga sekarang Kevin Durant yang kini membela Brooklyn Nets masih menunjukkan betapa bagus dan mengerikan dirinya khususnya dalam hal scoring (mencetak angka). Tidak hanya berada di jalur untuk memenangkan scoring champions (pencetak poin terbanyak NBA musim ini), tetapi ia juga merupakan kandidat MVP dengan memimpin Brooklyn Nets ke-rekor terbaik di Wilayah Timur.


Selama 14 musim Kevin Durant total sudah memenangkan 4 kali Scoring Champions (Pencetak poin terbanyak dalam satu musim reguler) yang semakin menunjukan betapa bahaya scoring ability seorang Kevin Durant bagi tim lawan.


Pertanyaan mengenai apakah Kevin Durant masih akan tetap berada pada level yang sama mengudara pada dua tahun lalu, setelah ia menderita cedera Achilles yang didapatnya saat Final NBA 2019 yang mebuatnya harus melakukan pemulihan hingga satu tahun lamanya. Kembali dari cedera ternyata Kevin Durant berhasil menjawab pertanyaan itu dengan meyakinkan seakan-akan dirinya tidak pernah absen, dengan rata-rata memimpin liga dengan 28,6 poin per game (09/12/2021) saat ini.


Kemampuannya untuk mencetak poin secara efektif dan efisien ditambah tubuh jangkungnya serta jump shot yang baik membuat para defender sulit untuk menjaga sang bintang. Durant juga memiliki kemampuan serbaguna yang membuatnya semakin fleksibel menghadapi pemain dengan postur apapun.


Atas dasar penjelasan diatas biasa dikatakan bahwa Kevin Durant merupakan salah satu dari empat pemain dengan kemampuan scoring yang sangat bagus di era 2010-an bersama dengan Stephen Curry, LeBron James dan James Harden. Ketiganya nama tersebut memiliki kemampuan utama yang berbeda-beda, James Harden dengan ISO-nya, Stephen Curry dengan Three-Point-nya, Lebron James dengan Visi dan Powernya. Namun Kevin Durant memiliki hampir semua kemampuan dari semua tiga nama tersebut yang hampir sama baiknya.


Pada musim 2013-14 Kevin Durant mencapai puncak tertajamnya, ia memenangkan Scoring Champions (gelar pencetak gol) keempatnya. Data tembakannya di musim tersebut terlihat tak tertandingi. Dari data Shot Chart Durant sangat luar biasa dari berbagai sisi lapangan, efisiensinya begitu fantastis terbukti dengan hampir semuanya di sisi merah.




Musim itu ia memadukan jumlah tembakan, efisiensi, dan variasi tembakan dengan cara yang belum pernah sebelumnya. Durant mencoba lebih dari 400 tembakan lebih banyak daripada pemain lain di liga dalam perjalanannya mencetak rata-rata 32 poin yeng merupakan tertinggi dalam kariernya per game. Dia berada di peringkat 10 besar di liga dalam kategori paint, midrange, dan three-point. Dia juga berada di lima besar dalam persentase field goal paling efektif musim itu di antara 44 pemain yang mencoba (minimal) 1.000 field goal.


Namun Kevin Durant belum pernah memenangkan gelar Scoring Champions dalam delapan musim terakhir. Jika Durant menyelesaikan musim ini sebagai Scoring Champions, maka dia akan menjadi pemain ketiga dalam sejarah NBA yang memiliki lima gelar tersebut, bergabung dengan Wilt Chamberlain (7) dan Michael Jordan (10). 

Tidak ada komentar