12 Januari 1960: Sorotan Untuk Hawks

Sumber: Basketball Network

Tepat hari ini, pada 62 tahun yang lalu, lahirlah orang yang kelak dikenal sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah membela tim basket asal negara bagian Georgia, Atlanta Hawks. Nama pemain tersebut adalah Dominique Wilkins. 


Terlahir di Prancis, 12 Januari 1960, Wilkins dibesarkan oleh keluarga militer. Ayahnya yang merupakan pilot untuk Angkatan Udara Amerika, lalu membawa keluarganya ke berpindah-pindah hingga akhirnya menetap di Washington, North Carolina. Di sana, Wilkins muda sangat mencintai olahraga basket.


Ia pun terus mengasah kemampuannya tersebut hingga mendapat gelar Human Highlight ketika di University of Georgia pada 1979. Dari sana, ia pun akhirnya memutuskan untuk masuk ke NBA Draft tahun 1982.



Dipilih di peringkat ke-3 oleh tim Atlanta Hawks, ia segera mencuri perhatian di musim debutnya lewat sumbangan 17,5 poin per laga. Catatan itu sekaligus membayar lunas kepercayaan yang selalu didapatkan Wilkins untuk menjadi starter. Setelah musim perdana yang indah tersebut, sisa kisahnya di hawks adalah sejarah.


Selain sumbangan statistik mentereng untuk timnya, Wilkins juga dikenal sebagai seorang dunker yang hebat.  Hal itu ia buktikan dengan jadi yang terbaik di kontes slam dunk di dua edisi, 1985 dan 1990. 


Setelah kalah di edisi 1984, Wilkins yang berusia 25 tahun di tahun selanjutnya membuktikan diri bahwa ia adalah salah satu dunker terhebat. Tidak main-main, ia mengalahkan seorang Michael Jordan. Tidak hanya di 1985, keduanya bertemu lagi di 1988 dengan hasil yang berbeda.



Pada edisi berbeda, sebuah momen unik terjadi. Wilkins yang bertinggi 203 CM kalah dari rekan setimnya sendiri, Spud Webb, seorang garda 168 CM. Ia lalu kembali meraih gelar prestisius tersebut pada 1990 setelah menumbangkan sang jawara tahun sebelumnya, Kenny Smith.


Pada masa kini, jersei 21 miliknya telah digantung di Philips Arena. Tidak hanya itu, pada 2015, Hawks juga telah meresmikan patung untuk dirinya, Sang Manusia Highlight, Jacques Dominique Wilkins.

Tidak ada komentar