14 Januari 2000: Berawal dari Cinta, Bermuara pada Juara

Sumber: Getty Images

“I am just a huge Mavericks fan. And I have just been blessed and put in a position where I can contribute.”


Demikian salah satu kutipan Mark Cuban dalam sebuah interviu di tahun 2009 lalu. Pria kelahiran 31 Juli tersebut tidak lain adalah fans dari tim yang sekarang ia pegang, Dallas Mavericks. 


Sebelum kedatangan Cuban pada 14 Januari tahun 2000, Mavericks tidak lain adalah sebuah waralaba NBA yang menyedihkan. Bukan tanpa alasan, sebab sebelum datangnya Cuban, Mavs hanya 6 kali masuk playoff dari total 20 tahun keikutsertaannya di liga basket tertinggi di negara Amerika tersebut.


Mark Cuban yang tumbuh besar di negara bagian Pennsylvania ini sendiri pada awalnya menetap di Pittsburgh, bagian dari Pennsylvania. Pada tahun 1982, Cuban yang kala itu berumur 24 tahun akhirnya memutuskan merantau menjadi bartender di sebuah bar di kota Dallas, Texas. Dari situlah semua bermula.


Di Dallas, Cuban pun akhirnya menjelma menjadi seorang fans dari tim basket lokal dan tidak lupa sukses membangun bisnisnya. Usaha-usaha Cuban tersebut pada akhirnya bermuara pada proses akuisisi Mavericks di 2000 dari pemilik sebelumnya, 
H. Ross Perot, Jr.


Ayah 3 anak itu pun menjadi fenomena pemilik tim yang dekat dengan para fans. Lulusan University of Pittsburgh tersebut menerapkan sejumlah kebijakan yang kemudian diikuti tim-tim NBA, seperti membuat aplikasi khusus timnya, mengadakan penawaran khusus kepada penonton yang rutin hadir, serta memberikan akses kepada fans untuk turut serta dalam beragam perayaan tim.


Hasilnya, Cuban sukses membawa waralaba timnya memiliki akar yang dekat dengan para pendukungnya dan memberi dampak signifikan ke timnya. Hasilnya, Mavericks sukses lolos ke playoff sebanyak 17 kali dari 21 tahun masa kepemilikannya.


Puncaknya, tentu saja ada gelar juara pada tahun 2011 dengan menumbangkan Miami Heat. Hal ini pun membuatnya demikian emosional saat dipersilakan untuk mengangkat trofi larry o'brien.. 


Di masa sekarang, Cuban masih menjadi orang yang sama. Meski begitu, ia beberapa kali menarik keputusan yang tidak disepakati para fans dan membuatnya kadang dibenci. Di lain pihak, Cuban adalah contoh yang baik di mana seorang pemilik turut serta mendekatkan timnya dengan para fans.

Tidak ada komentar