16 Januari 1959: Perlawanan Terhadap Segregasi

 

Elgin Baylor

Segregasi ras adalah suatu pemisahan ras, baik oleh hukum atau tindakan, orang-orang dari ras yang berbeda dalam berbagai macam kegiatan sehari-hari, seperti pendidikan, perumahan, dan penggunaan fasilitas umum. Dengan demikian, segregasi ras dapat dikatakan sebagai bentuk tindakan rasisme institusional.

 

Hukum segregasi ras telah diterapkan di banyak negara, terutama Amerika Serikat, Nazi Jerman, dan Afrika Selatan pada masa Apartheid. Efek dari segregasi ras yang berlaku di Amerika saat itu sangat seringkali dirasakan oleh orang berkulit hitam, tak terkecuali di NBA.

 

Pada 16 Januari 1959, Minneapolis Lakers mendapatkan jadwal untuk bertanding melawan Cincinnati Royals dalam pertandingan di Civic Center, Charleston, Virginia Barat. Pertandingan ini merupakan salah satu laga yang paling ditunggu oleh para penggemar karena menampilkan dua pemain idola pada saat itu, yaitu "Hot Rod" Hundley dan rookie Elgin Baylor.

 

Sebelum pertandingan, Hotel Kanawha menolak untuk menyediakan kamar untuk Baylor, Boo Ellis, dan Ed Fleming. Hal itu disebabkan karena ketiganya merupakan pemain berkulit hitam di Lakers. Pelatih Lakers pada saat itu, John Kundla kemudian mengambil tindakan untuk membawa timnya pindah ke Edna's Tourist Hotel, untuk menampung seluruh pemain. Tapi ternyata Baylor, Ellis, dan Fleming tetap ditolak karena warna kulitnya.

 

Oleh karena kejadian itu, Baylor datang ke pertandingan hanya dengan pakaian kasual dan memilih untuk duduk santai di bangku cadangan, saat laga Lakers melawan Royals tersebut. American Business Club of Charleston yang telah mengeluarkan biaya sebesar $6500 untuk menjadi tuan rumah pertandingan, hanya mendapatkan sekitar $1000 dari penjualan tiket.


Elgin Baylor dan Hot Rod Hundley

Karena hal tersebut, Promotor American Business Club of Charleston, H. Thomas Corrie mengirimkan pesan telegram kepada Maurice Podoloff sebagai presiden NBA saat itu. Ia berpesan agar NBA memberikan hukuman atas tindakan Elgin Baylor dari klub Minneapolis Lakers, yang menolak untuk bermain melawan Cincinnati Royals.

 

Sebagai bukti pembelaan Corrie, klub Minneapolis Lakers sebelumnya telah diberi tahu pada 29 Desember, bahwa terdapat pemisahan yang diberlakukan di hotel. Tindakan Elgin Baylor dianggap memalukan bagi promotor dan merusak peluang untuk mempromosikan NBA di masa depan. Namun, Podoloff menjawab bahwa dirinya sulit untuk menghukum seseorang yang berusaha untuk melindungi harga diri dan martabatnya.

Tidak ada komentar