17 Januari 1982: Wade Wave

Sumber: dbasia news

Bertinggi badan 193 CM, Dwyane Wade masuk ke NBA pada tahun 2003. Dipilih di peringkat ke-5 oleh Miami Heat, ia pun segera mendapat kepercayaan oleh pelatih. Pada musim debutnya, ia membuat 16.2 poin per game. Ia pun turut serta membantu timnya masuk Playoff.


Pada musim selanjutnya, alumni Marquette University ini pun kembali meningkatkan performanya dengan raihan 24.1 poin tiap laga sekaligus kembali membawa timnya masuk babak gugur. Jika musim sebelumnya hanya sampai semifinal wilayah, kali ini Wade berhasil bawa timnya masuk babak final wilayah timur sebelum ditumbangkan Detroit Pistons yang kala itu jadi juara NBA.


Barulah pada musim selanjutnya, ia sukses bawa tim yang dibelanya menjuarai liga basket tertinggi di Amerika tersebut. Pada musim juaranya, ia sukses mempertajam catatan skornya lewat raihan 27.2 poin tiap pertandingan. Setelahnya, ia selalu sukses bawa timnya masuk ke zona playoff, kecuali pada musim 2007-2008.


Pada musim 2010-2011, timnya ketambahan Chris Bosh dan LeBron James sekaligus membuat Heat jadi tim mengerikan saat itu. Hasilnya segera terasa dengan final NBA yang berhasil dicapai, walau harus kalah dari Dallas Mavericks dengan Dirk Nowitzki.


Sumber: Bleacher report

Selama 4 musim Wade berduet dengan LeBron, mereka berdua selalu sukses bawa timnya ke final NBA dan mengambil 2 juara di antaranya. Setelahnya, Heat sempat alami kesulitan lagi hingga Wade pun harus hengkang di 2016.


Setelah dua musim tinggalkan Miami, akhirnya pada penghujung kariernya, "The Flash" kembali pulang berjumpa sang pelatih, Erik Spoelstra. Sepanjang kariernya, Wade torehkan 22 poin setiap pertandingannya. Sebuah capaian luar biasa yang menjadi bukti sahih kelayakan dirinya terpilih 13 kali dalam all star.


Nama depan Wade sendiri sebenarnya adalah Dwayne, hanya saja karena kesalahan pendataan sewaktu dirinya kecil hingga buat nama depannya jadi Dwyane. Sepanjang kariernya di NBA, Wade dikenal sebagai pemain yang cepat sekaligus lihai melihat celah peraturan.

Sumber: Bases and Baskets


Ketika pemain era sekarang rutin memanfaatkan celah aturan pelanggaran, Wade sudah dari dulu menerapkannya. Melakukan fake untuk memancing para defender melompa, ia lalu bergerak menabrak pemain lawan tersebut dan mendapatkan tembakan bebas.


Seperti halnya Miami yang berada di tepi pantai, Wade selalu siap menyerang dan melahap lawannya ketika tidak siaga seperti gelombang ombak yang kerap menerjang pantai-pantai di Miami.

Tidak ada komentar