29 Januari 1985: Bukan Sekadar Adik Pau

Sumber: Getty Image

Awal kehadirannya di NBA, Marc Gasol tidak dianggap seperti sang kakak, Pau Gasol. Dipilih di urutan 48 oleh Los Angeles Lakers, ia lekas dikirim ke Memphis Grizzlies sebagai bagian pertukaran dengan kakaknya pada tahun 2008. Pada musim rookie-nya, Marc membuat catatan 11,9 poin dan 7,4 rebound per pertandingan.


Waktu berjalan dan Marc senantiasa berada di jalur konsistensinya. Ia pun tunjukkan potensi besarnya bersama Grizzlies dalam 3 musim pertamanya. Penampilan yang stabil tersebut akhirnya membawa pria yang sebelumnya membela Barcelona dan Girona ini menuju NBA All Star pertamanya pada 2012.


Konsistensi benar-benar jadi sinonim dari nama Marc Gasol. Ia berikan penampilan yang solid untuk Grizzlies semusim setelah tampil di All star pertamanya, utamanya dalam aspek bertahan. Hal tersebut pula lah yang membuat NBA menganugerahkan gelar defensive player of the year kepadanya. Titel tersebut pun juga membuatnya menjadi orang Spanyol pertama yang memenangkannya.


Sumber: Grizzly Bear Blues


Di musim 2013-2014, Marc alami cedera MCL yang membuat dirinya harus menepi selama beberapa laga sehingga ia hanya mampu perkuat timnya di 59 pertandingan. Meski demikian, ia tetap mampu bawa timnya ke playoff, walau harus tersingkir oleh OKC Thunder di ronde pertama.


Musim setelahnya adalah puncak dari permainan seorang Marc Gasol. Ia mencatatkan 17,4 poin dan 7,8 rebound pe game. Sejumlah statistik tersebut pada akhirnya membuat Marc kembali terpilih untuk mengikuti All Star. Tidak hanya pada musim tersebut, Big Marc kembali terpilih di tahun 2016-2017.


Ia pun menutup ceritanya bersama tim asal kota Memphis pada musim 2018-2019 setelah musim sebelumnya ia tidak mampu membawa timnya ke playoff setelah rutin masuk 7 musim beruntun. Ia ditukar dengan Jonas Valanciunas dan beberapa pemain ke Toronto Raptors.


Sumber: NBA

Di tim asal Kanada tersebut, pria 211 CM mengambil peran sebagai bigman pelapis. Bersama dengan Kawhi Leonard dan Kyle Lowry, ia membawa tim tersebut ke playoff. Di sana, ia sukses tampilkan performa apik kala menahan seorang Joel Embiid untuk tidak mencetak poin pertama dalam karier pemain andalan Philadelphia 76ers tersebut dalam kemenangan Raptors.


Memasuki final NBA, Raptors hadapi Golden State Warriors yang perkasa. Solidnya permainan tim asal Toronto akhirnya membuat mereka tumbangkan Warriors, 4-2 dan menjadikan itu sebagai gelar pertamanya.


Semusim setelahnya, ia lekas pindah ke tim yang men-draft dirinya, LA Lakers. Di sana, ia membuat 52 pertandingan dan mencatatkan 5 poin per game sekaligus jadi penutup kariernya di NBA.


Sumber: ESPN

Meski sudah tidak di NBA, Marc Gasol nyatanya masih tetap bermain basket. Ia kembali ke tim pertama dalam kariernya, Basquet Girona. Meski mendapat gelar di Raptors, namun Grizzlies adalah cinta pertama dari Marc. Sayangnya, prestasi terbaiknya saat berbaju tim berlogo beruang tersebut adalah saat dirinya membawa tim tersebut ke final wilayah barat untuk berhadapan dengan San Antonio Spurs musim 2012-2013.


Sepanjang kariernya, ia total membuat 7,4 rebound dan 14 poin setiap pertandingan yang dilakoninya. Ia pernah menjadi pemain bertahan terbaik di tahun 2013 dan menjadi juara di 2019. Bersama timnas Spanyol, ia jadi peraih medali perak di olimpiade 2008 dan 2012, serta jadi juara saat piala dunia FIBA 2006 dan 2019.


Walau sering dibandingkan dengan sang kakak, nyatanya Marc Gasol bisa membuktikan dirinya bukan sekadar adik dari Pau Gasol dengan membawa tim kecil seperti Memphis Grizzlies untuk bisa konsisten dalam waktu yang lama bersaing di zona playoff. Selamat Ulang Tahun Marc gasol!

Tidak ada komentar