Adu Lari Demi MIP

Desmond Bane dan Tyler Herro besaing untuk Most Imroved


MIP atau Most Improved Player merupakan salah satu dari beberapa gelar individu mayor di NBA dengan trofi. Sesuai namanya, status ini diberikan kepada pemain yang mengalami peningkatan dan perkembangan, baik dari segi statistik, maupun secara dampak untuk tim yang dibelanya.


Musim sebelumnya, Julius Randle sukses memenangkan piala tersebut. Forwarda New York Knicks tersebut membukukan catatan impresif musim lalu dengan 24,1 poin per laga, sebuah lonjakan besar jika dibanding musim sebelumnya yang 19,5 poin.


Julius Randle Most Improved Player 2021


Musim ini, ada beberapa nama yang menjadi unggulan untuk memenangkan gelar tersebut. Nama pertama adalah garda muda Golden State Warriors, Jordan Poole. Pada musim sebelumnya, pemain bernomor punggung 3 ini membuat 12 poin tiap pertandingan. Pada musim ini, ia meningkatkan statistiknya tersebut ke angka 17,1.


Tidak hanya itu, sumbangsih yang dilberika oleh Poole terbukti mampu membantu Stephen Curry untuk memastikan Warriors untuk berkompetisi di tangga atas klasemen sementara wilayah barat NBA.


Adu lari MIP NBA

Sayangnya, kembalinya Klay Thompson berpotensi mengganggu laju Poole. Apalagi, beberapa pesaingnya pun turut serta menunjukkan perkembangan yang luar biasa. Sebut saja seperti Desmond Bane, Ja Morant, dan Tyler Herro.


Nama pertama mendapat berkah dari pindahnya Grayson Allen ke Bucks dan membuat posisi guard di timnya menjadi lowong. Hal tersebut sontak menjadi kesempatan Bane untuk tingkatkan statistiknya dari yang hanya 9,2 poin per game jadi 17,5. Walau alami penurunan dalam hal field goal percentage, hal tersebut tidak demikian berdampak pada kontribusi Bane di roster Grizzlies sekarang.


Sumber: Beale Street Bears


Rekan setim Bane, Ja Morant juga sedang alami musim yang luar biasa. Memimpin timnya ke peringkat 3 klasemen sementara wilayah barat NBA, Ja memperbaiki catatannya yang sebelumnya ada di 19,1 menjadi 24,4 angka per laga. Tidak hanya itu, ia juga sukses memperbaiki akurasinya dalam membuat poin yang memberikan dampak untuk timnya secara signifikan.


Nama terakhir adalah Tyler Herro yang tampil hebat di musim ini. Pemain Miami Heat ini tidak hanya bersaing untuk gelar MIP, tapi juga untuk 6th man of the year karena kebanyakan turun dari bangku cadangan.


Tyler Herro dalam perburuan MIP

Jika musim lalu Herro membuat 15,1 poin tiap game, maka pada musim sekarang ini, ia bukukan 20,8 dan menjadi elemen penting dari bangku cadangan untuk timnya bisa menyodok ke peringkat 2 klasemen sementara wilayah timur NBA.


Terlepas dari tujuannya untuk sebuah piala atau bukan, gelar MIP tidak hanya sekadar gelar yang diberikan tanpa arti. Status tersebut seyogyanya menjadi bentuk apresiasi terhadap usaha seorang pemain untuk mengembangkan dirinya lebih baik dari musim sebelumnya.

Tidak ada komentar