Apa Itu IQ Basket?

Sumber: Getty Images

Secara bahasa, IQ merupakan singkatan dari Intelegence Quotients. Mengutip dari Halodoc, IQ merupakan kemampuan seseorang untuk menalar, memecahkan masalah, belajar, memahami gagasan, beroikir, dan merencanakan sesuatu. Sederhananya, kemampuan ini digunakan untuk memecahkan masalah yang melibatkan logika.


Meskipun basket merupakan jenis olahraga yang secara umum nampak sangat melibatkan keterampilan fisik di dalamnya, kemampuan berpikir dalam basket sangat diperlukan untuk dapat memainkannya.


Meski belum ada definisi pasti mengenai IQ basket, istilah ini umumnya ditujukan untuk menggambarkan kemampuan seorang pebasket dalam membaca permainan, memecahkan masalah, membuat keputusan, dan kemampuan menyusun strategi seorang pemain saat permainan berlangsung.


Sama seperti IQ yang dipahami, IQ basket juga merupakan kemampuan yang dapat digunakan untuk membantu pemecahan masalah dalam olahraga basket. Seorang yang cakap dalam hal ini tentu memiliki perbedaan dengan mereka yang mengandalkan kemampuan fisik semata.


Sumber: The Chronicle

Sebut saja seperti seorang Nikola Jokic, seorang center setinggi 2,11 M ini terkenal lebih mengandalkan kemampuan berpikirnya ketimbang badan besarnya. Ia kerapkali menemukan jalur umpan yang dapat memudahkan rekannya membuat skor, pemilihan aksi yang akan diambilnya di lapangan, atau kemampuannya melihat celah dari permainan lawan.


Selain Jokic, pemain lain yang disebut memiliki IQ basket yang tinggi adalah LeBron James dan Draymond Green. Dari sejumlah sampel pemain, dapat disimpulkan bahwa kemampuan ini umumnya dimiliki oleh seorang playmaker atau ball dominant dalam timnya.


Hal ini cukup beralasan, sebab untuk menjadi seorang pembawa bola utama, seseorang harus bisa melihat pilihan yang efisien dan efektif untuk dapat membimbing timnya ke arah kemenangan. Selain itu, kemampuan ini juga akrab dengan pemain-pemain berpengalaman. Maka mungkin saja di masa depan, kita akan mendapati pemain berlabel punya IQ basket yang tinggi akan disematkan ke Luka Doncic, LaMelo Ball, atau Trae Young.

Tidak ada komentar