Apresiasi untuk DeJounte Murray

Sumber: Daily Knicks

Pada musim rookie-nya, ia debut pada pertandingan ketiga San Antonio Spurs selama 9 menit. Ia membuat 2 rebound dan 1 assist. Selanjutnya, ia membuat rekor poinnya dalam semusim dengan 10 angka saat timnya kalahkan Los Angeles Lakers. Setelah 5 tahun, sang rookie bertransformasi dari seorang urutan 29, menjadi urutan pertama di tim yang dibelanya.


Beberapa pertandingan musim 2021-2022 setelah ditinggal DeMar DeRozan, anak asuh Gregg Popovich kesulitan bersaing dan nampaknya sudah menyerah pada musim regulernya. Di tengah keterpurukan 5 kali juara, muncul setitik cahaya yang nampak bakal menuntun mereka ke arah kejayaan di masa depan, dialah DeJounte Murray.


Barangkali terlalu dini untuk memuji sang pemain 25 tahun, namun tak ada salahnya untuk memberikan apresiasi terhadap apa yang telah dijalaninya. Pada 10 laga terakhirnya, point guard 193 CM torehkan 22 poin per pertandingan. Berkat sumbangan positifnya tersebut, Spurs menang 4 di antaranya.


Sumber: Daily Knicks

Seperti umumnya yang terjadi pada timnya yang kehilangan bintang utamanya, bibit baru akan terlihat tumbuh dan menampakkan cahayanya. Setelah 5 tahun disemai dalam didikan sang maestro, kecambah Murray mulai nampak dan mencuri perhatian. Semua statistiknya meningkat. Dari yang hanya 15 poin per laga jadi 19. Dari 5 assist jadi 9 assist. Sejumlah data tersebut hanya sebagian kecil dari banyaknya perkembangan sang pemain.


Spurs barangkali tidak akan ke mana-mana musim ini. Bisa saja mereka memanfaatkan jatuhnya Blazers untuk ambil satu titik di turnamen play in, walau pada akhirnya akan gagal di babak tersebut. Walau belum waktunya berjaya, DeJounte Murray sudah memperlihatkan bahwa Spurs akan segera bergerak. 

Tidak ada komentar