Awal Mula Aturan Shoot Clock

Sumber: Getty Images

Skor besar merupakan ciri khas dari pertandingan basket zaman sekarang, utamanya dari NBA. Melihat sebuah tim mencetak 100 angka adalah hal yang wajar. Namun, jika kita meliha pada 1950, ada pertandingan yang hanya menghasilkan total 37 poin untuk kedua tim. Pertandingan tersebut pun jadi awal mula terciptanya aturan Shoot clock, salah satu aturan paling revolusioner di basket.


Laga tersebut adalah pertemuan antara Minneapolis Lakers kontra Fort Wayne Pistons. Pada pertandingan yang diadakan di markas Lakers. Pelatih tim tamu, Muray Mendenhall sempat mengomentari bahwa pemain tuan rumah, George Mikan adalah pemain yang sangat dominan.


Namun, yang terjadi di lapangan sungguh berbeda. Pelatih Pistons meminta kepada pemainnya untuk sesering mungkin menahan bola dan memaksa tuan rumah yang sangat kuat di kandang, tidak dapat memainkan bola dengan nyaman. Ketiadaan aturan shoot clock membuat pemain tamu untuk menahan bola di pinggulnya selama beberapa waktu.


Pertandingan tersebut akhirnya menjadi sangat membosankan dan berakhir untuk kemenangan Pistons, 19-18. Setelah pertandingan tersebut, banyak pihak yang mulai mengkhawatirkan basket akan menjadi olahraga yang membosankan jika tidak aturan yang dapat mengakomodasi hal tersebut.


Pihak komisioner NBA pun akhirnya mulai melakukan inovasi dengan mengubah jarak garis tembakan bebas yang tidak berdampak signifikan. Akhirnya, Daniel Byson, pemilik dari sirkus nasional Amerika memberikan saran untuk menerapkan aturan shoot clock dan ditetapkanlah aturan bahwa tim yang menyerang, harus menembak dalam 24 detik.


Aturan baru ini pun akhirnya diterapkan pada 1954-1955 pada laga Boston Celtics melawan Rochester Royals. Hasilnya, pertandingan menjadi seru dan menghasilkan skor 98-95 untuk kemenangan Celtics. Akhirnya, aturan ini pun terus dipakai hingga sekarang. Lalu, pada musim 2018-2019, ditambahkan aturan baru untuk situasi ketika bola menyentuh ring, di mana tim penyerang harus menyrang dalam waktu 14 detik.

Tidak ada komentar