Bukan Sekadar Tentang Rebound

Sumber: slide16slam

Bola basket merupakan olahraga lima lawan lima, di mana setiap tim terdiri dari 5 orang sebagai starter dan lainnya bisa bergantian masuk. Karena dimainkan dengan jumlah tersebut, maka tidak mengherankan kita juga mengenal lima posisi dalam olahraga ini. Adapun posisi tersebut adalah poin guard, shooting guard, small forward, power forward, dan center.


Umumnya, setiap posisi dalam olahraga memasukkan bola ke dalam keranjang ini memiliki peranan dan kemampuan yang berbeda. Pemain di posisi guard biasanya akan lebih sering berada di luar area perimeter. Menjadi fasilitator dan pembuat permainan adalah peran dari point guard, sedangkan shooting guard diharapkan bisa melakukan tembakan tiga atau dua angka dari jarak menengah, dengan sesekali melakukan penetrasi ke daerah yang lawan.


Peran yang lebih paripurna diberikan kepada mereka di posisi small forward. Lakukan drive, memberikan umpan dari dalam area perimeter bila diperlukan, hingga menembak menjadi hal yang perlu dilakukan pemain di posisi ini. Di lain pihak, dua pemain terbesar di tim, power forward dan center akan menjadi orang yang memperebutkan bola rebound. Perbedaannya hanya terletak di intensitas bermain di daerah paint.


Sumber: NBA

Tinggi intensitas seorang center berada di daerah sekitar ring menjadi alasan para pemain di posisi tersebut kerapkali diidentikkan dengan peran untuk memperebutkan bola muntah yang tidak berbuah poin. Karena minimnya akurasi dan jumlah tembakan yang dilakukan pada era sebelum 2010-an, para pemain di posisi ini pun jadi demikian krusial untuk bisa mendominasi liga.


Karena hal tersebut, tidak mengherankan jika pemain seperti Wilt Chamberlain, Kareem Abdul Jabbar, Bill Russell, hingga Shaquille O'Neale memegang peranan krusial agar tim yang dibelanya mendapat gelar juara. Namun, lewat perubahan yang senantiasa terjadi, peran center di era modern pun bukan cuma tentang rebound, namun merupakan bagian dari strategi untuk raih kemenangan.


Para center di era sekarang juga dituntut memiliki kemampuan dasar lain dalam olahraga basket. Sebut saja kemampuan untuk melakukan passing, shooting, hingga drive. Lewat paket lengkap dalam diri center, maka para pelatih pun dapat lebih fleksibel dalam menerapkan strategi yang akan digunakan dalam meraih kemenangan.

Sumber: Bleacher Report


Sebut saja seperti Nikola Jokic yang menjadi otak dalam permainan Denver Nuggets. Ia bisa menyuplai bola untuk temannya sekaligus menjadi seorang pengaman di daerah ring, baik lawan maupun wilayah sendiri. kehadiran pemain bertubuh besar yang dapat melakukan playmaking tentu saja dapat memberikan opsi operan yang jauh lebih luas, walau hal tersebut umumnya juga mengurangi kecepatan dalam menyerang.


Pada akhirnya, transformasi peran center dan terbaginya pemain tengah jadi tipe modern dan tradisional tidak lain dan tidak bukan adalah demi kepentingan strategi yang semuanya diharapkan bisa bermuara pada kemenangan. Terlepas dari segala perdebatan yang ada, tugas untuk melakukan rebound bukan hanya tanggung jawab seorang center, namun juga siapapun yang sedang berada di dekat area ring.

Tidak ada komentar