Chris Paul, The Point God

Sumber: -

Seseorang yang bermain sebagai point guard umumnya berperan sebagai pengatur permainan, pembagi bola, dan sesekali bisa memberi sumbangan point dari luar perimeter atau jarak menengah. Lewat peningkatan efisiensi tripoin era sekarang, guard pun bisa menjadi poros permainan sebuah
tim.


Di tengah kehadiran para point guard offensif seperti Stephen Curry, Luka Doncic, Trae Young, hingga Ja Morant, para PG konvensional tetap akan bisa berkompetisi di tengah kayanya variasi strategi era modern. Membagi bola, mengatur tempo permainan, hingga sesekali memberi sumbangan poin sudah menjadi makanan sehari-hari seorang Chris Paul.


Sumber: -


Phoenix Suns nampaknya menjadi tempat yang ideal untuk CP3 (julukan Chris Paul), ia punya skorer handal dalam diri Devin Booker, pemain muda yang dapat diandalkan sekaligus bukan pemain berego tinggi seperti rekan hebat Paul sebelumnya. Setelah berhasil menang 18 pertandingan beruntun, Suns kini tengah membangun rekor menang beruntun lagi.


Bermain melawan San Antonio Spurs, anak asuh Monty Williams sukses menang 115-110. CP3 berperan sangat penting dalam kemenangan ke-10 beruntun Suns ini. Pemain 36 tahun menyumbang 20 poin dan 19 assist. Catatan itu melengkapi statistik sang pemain sang pemain menjadi 11,7 assist tiap pertandingan.


Kini, Chris Paul kini berada dalam misi untuk mengejar cincin juara pertamanya. Setelah masuk ke dalam jajaran pemberi assist terbanyak sepanjang sejarah, CP3 tinggal melengkapi serangkaian catatan hebatnya tersebut sebagai seorang point god.

Tidak ada komentar