Foul Baiting, Seni Culas Akali Aturan

Sumber: NBCSports


Aturan pelanggaran dalam basket diterapkan sebagai langkah perlindungan kepada para pemain yang berlaga. Dengan variatifnya pelanggaran dalam basket, olahraga ini menjadi demikian ketat dan terkadang menjadi menyebalkan dengan jika wasit terlalu mudah meniup peluitnya.


Entengnya wasit meniup peluit menjadi celah yang dilihat beberapa pemain, utamanya mereka yang berposisi sedang menyerang. Segala cara dilakukan, mulai dari membuat tipuan untuk memancing pemain bertahan melompat lalu menabraknya, menjulurkan kaki ketika menembak, hingga merangkul tangan lawan ketika lakukan drive.


Nama-nama seperti Dwyane Wade, James Harden, Luka Doncic, dan Trae Young menjadi pemain yang sukses mengakali aturan tersebut dan sukses memanen tembakan bebas. Puncaknya, Harden pernah mendapat 12 tembakan bebas tiap pertandingan.



Namun, pada awal musim ini, usaha untuk memancing pelanggaran tersebut mulai dibatasi oleh pengatur liga. Pemain yang terbukti dengan sengaja lakukan gerakan tembahan untuk mendapatkan pelanggaran, bisa saja dikenakan ofensif foul.


Meski beberapa kali wasit masih lakukan panggilan untuk pelanggaran yang terkesan biasa saja, namun jumlah tembakan bebas yang diberikan wasit pun menjadi semakin berkurang. Hanya ada 4 tim yang mencatatkan penambahan intensitas tembakan bebas, yaitu Houston Rockets, Utah Jazz, Portland Trail Blazers, dan Sacramento Kings di musim ini.


Walau terkesan culas, kemampuan memancing pelanggaran tidak ubahnya adalah sebuah cara untuk mengakali aturan yang longgar. Karena hal tersebut, untuk melawan para pemain yang lihai melihat celah, diperlukan pula aturan yang lebih ketat.

Tidak ada komentar