Kuda-kuda Beringas dari Texas

Sumber: Getty Images

Negara bagian Texas dalam film-film seringkali digambarkan dengan lokasi beroperasinya para koboi dan opsir mengejar penjahat di di area gersang. Tidak jarang, para penonton mengibaratkan Texas dengan daerah yang khas akan kuda yang kerap ditunggangi oleh para koboi.


Di ranah basket Amerika sendiri, Texas merupakan salah satu dari beberapa negara bagian yang punya beberapa tim yang berlaga di NBA. Tim-tim tersebut antara lain adalah San Antonio Spurs, Houston Rockets, dan tentu saja, Dallas Mavericks.


Dibanding kedua tim lainnya, Dallas Mavericks bisa dibilang memiliki tradisi yang tidak begitu kuat. Pasalnya, tim biru putih tersebut baru pernah menjuarai liga basket tertinggi di Amerika tersebut sekali. Sedangkan Rocket sudah punya 2 gelar dan Spurs punya 5 gelar.


Sumber: Getty Images

Namun, dalam beberapa tahun terakhir. bisa dikatakan kalau Mavericks tampil lebih baik dari dua tim lainnya. Mereka sukses masuk ke babak playoff dua musim beruntun di 2019-2020 dan musim 2020-2021, walau sama-sama dihentikan Clippers di ronde pertama playoff.


Dipimpin Luka Doncic, pebasket Slovenia yang sebelumnya bermain untuk Real Madrid, Dallas Mavericks terus bertransformasi dan mencari bentuk terbaiknya. Lewat pemecatan Rick Carlisle dan merekrut pelatih Jason Kidd, tim ini pun diharap bisa memperlihatkan perubahan.


Awal musim, semuanya terasa tidak sesuai rencana. Doncic alami masalah berat badan, sedangkan Mavericks yang tak diperkuat pemain andalannya, kesulitan untuk andalkan seorang Kristaps Porzingis.


Sumber: -

Apa yang dihadapi oleh Mavs nyatanya hanya perihal waktu. Mereka kembali menemukan performa yang diharapkan dan kini menjadi tim dengan pertahanan terbaik di NBA. Kombinasi Doncic dan Porzingis nampak tak masalah walau bukan yang terbaik. 


Perlahan namun pasti, Mavericks mulai mendekati 4 besar wilayah berat yang awalnya terasa mustahil untuk digapai. Bermodal 7 kemenangan dari 10 laga terakhirnya, Doncic dan kolega kini hanya berselisih 5,1 persentase kemenangan. 


Meski konsistensi yang mereka pamerkan tidak bisa menjadi acuan performa mereka di babak playoff, Luka Doncic harusnya sudah menyadari bahwa dirinya harus bisa membawa tim tersebut ke babak selanjutnya untuk mempertegas statusnya sebagai salah satu bintang masa depan NBA.

Tidak ada komentar