Love yang Bersemi Kembali

Sumber: -

Diturunkan dari bangku cadangan, pemain bernomor setinggi 203 CM itu bermain selama 24 menit untuk gantikan Ed Davis. Cetak 20 poin dan 11 rebound, ia jadi pemain penting kala timnya kalahkan New York Knicks, 95-93. Komentator pertandingan lantas meneriakkan namanya, Kevin Love.


Pada umurnya yang ke-33, barangkali seorang pebasket sudah memikirkan untuk menyelesaikan kariernya di mana. Apalagi jika pemain tersebut adalah bintang tersisa dari sebuah kejayaan yang telah ditinggalkan oleh rekan-rekan lamanya. Barangkali, itu yang sedang dipertimbangkan seorang Kevin love musim lalu.


Melihat ia melakukan umpan sembarangan musim lalu sudah menjadi indikasi bahwa ia sudah menyerah dengan keterpurukan timnya yang ditinggal Kyrie Irving dan LeBron James. Pasca 4 musim beruntun masuk final NBA, ia tak ubahnya pesakitan kalau LeBron tinggalkan dirinya dan berakhir di peringkat 14 klasemen akhir wilayah timur. Sungguh jomplang bila dibandingkan dengan peringkat 4 di musim sebelumnya.


Sumber: Sportsrush


Ketika timnya sudah pasrah dengan Love di musim 2020-2021, saat pemain kelahian 7 September ini hanya mencetak 12,2 poin per game, terburuk kedua dalam kariernya, di saat itulah waktu yang tepat untuk mengucapkan selamat tinggal pada sisa-sisa kejayaan Cavs. Namun, roda takdir malah tidak membiarkan dirinya mengulang dosa di musim kemarin.


Cavaliers yang ketambahan Evan Mobley dan Lauri Markkanen segera tampil menggila. Tim yang selama tiga musim beruntun jadi langganan tiga terbawah, kini melesat tinggi melebihi prediksi awal musim. Sekarang, Love yang awalnya berniat menyerah, segera diminta menjadi mentor untuk para pemain muda Cavaliers.


Ia kembali bersemi dengan catatan 13.8 poin tiap pertandingan, meningkat dari musim lalu. Tidak hanya itu, walau ditinggal dua guard andalannya, Collin Sexton dan Ricky Rubio, Kevin Love dan kolega tetap bisa jadi kejutan dengan menempati posisi 5 dan hanya terpaut 1 kemenangan dari Bucks.


Jika dapat pertahankan perfoma, membayangkan pertandingan di playoff bukan lagi hanya impian semua seorang Kevin Love. Ia membuktikan bahwa tim tersebut bisa tanpa Kyrie dan LeBron. Di musim ini, ia kembali bersemi.

Tidak ada komentar