Membela Russell Westbrook

Sumber: -

Musim 2020-2021 kemarin dianggap sebagai salah satu musim kebangkitan Russell Westbrook. Meski tidak seproduktif ketika ia membela Rockets, ia membuktikan diri bisa menjadi rebounder dan pemberi assist ulung untuk rekan setimnya. Di tim ibukota, ia mencatat total statistik triple double, 22 poin, 11 assist, dan 11 rebound per game.


Sayangnya, catatan mengagumkan tersebut hanya bertahan selama setahun. Setahun setelah musim mengesankannya di Wizards, Westbrook kembali berpindah. Kali ini, tujuannya adalah LA Lakers. Di tim asal California inilah ia mulai mendapat kesulitan lagi.


Sumber: -

Bermain bersama LeBron James dan Anthony Davis yang berlabel megabintang membuat Westbrook harus merelakan statistiknya untuk menurun secara drastis. Tidak hanya itu, ia pun kehilangan peran kepemimpinan yang dulunya berada di dirinya. Kepindahan Westbrook ini jelas menimbulkan keraguan dan ketakutan, utamanya dari pendukung Lakers.


Hal tersebut bukan tanpa alasan. Brodie dilabeli sebagai pemain berego tinggi dan akan tidak sesuai dengan skema permainan tim di mana bukan dirinya yang jadi sistem permainan. Penampilannya di Lakers pun seakan mengamini hal tersebut. Sejumlah kesalahan menjadi rutin ia lakukan. 


Turnovernya kerap jadi petaka dan menciptakan momentum bangkit lawannya. Belum lagi ia kesulitan untuk menemukan kecocokan saat turun dengan sejumlah pemain. Hal-hal menjadi salah satu faktor ramainya isu pertukaran pemain yang melibatkan pemain 33 tahun itu.


Sumber: Skysports

Dari sejumlah narasi negatif yang tersebut, Westbrook tak menanggapinya dan tetap berusaha memperbaiki performanya. Terbaru, ia mencetak 3 dari 7 percobaan tripoin di mana ia hampir membawa timnya untuk membalikkan keadaan saat hadapi Charlotte Hornets.


Meski statistiknya di beberapa kategori menurun secara signifikan, Westbrook tetaplah seorang fasilitator yang baik untuk rekan setimnya. Ia jadi pemberi assist terbanyak dengan 7,6 per game, lebih banyak 1 assist dari LeBron James. Selain itu, Brodie pun masih jadi pemain terproduktif ketiga di timnya. Fakta tersebut sekaligus jadi pembuktian bahwa ia masih jadi pilihan ketiga di tim tersebut.


Walau turnover yang dibuatnya terlalu banyak dan seringkali berbuah petaka, mempercayakan Westbrook tetap bisa menjadi alternatif untuk Lakers yang kerap ditinggal Anthony Davis dan LeBon James. Sang Mr Triple Double bisa menjadi pemimpin para pemain tatkala dua pemain utama tersebut absen. 


Ia bisa mendulang poin, memberi assist, serta bertarung untuk rebound. Sisanya bergantung kepada bagaimana Vogel menerapkan strategi agar para pemain Lakers lain, dapat mendukung inisiatif dari seorang Russell Westbrook. Lewat kesesuaian taktik, tentunya Westbrook bukan lagi penghalang, namun seorang pahlawan.

Tidak ada komentar