NBA Analytics: Bagaimana Sekumpulan Angka Mengubah Basket

Sumber:

Dalam prinsip ekonomi, kita umum mendengar slogan, "Mendapatkan untung sebesar-besarnya dengan modal sekecil-kecilnya". Dewasa ini, jargon tersebut sudah sangat sering diterapkan di berbagai aspek, termasuk olahraga basket.


Salah satu bentuk dari penerapan prinsip tersebut dalam olahraga adalah penggunaan sejumlah statistik untuk menemukan efisiensi dalam penggunaan anggaran sebuah tim tanpa mengesampingkan prestasi dan pemasukan yang diperoleh tim tersebut.


Meski sering dicibir oleh beberapa pihak yang mengklaim bahwa angka statistik tidak dapat menggambarkan sebuah pertandingan olahraga, angka-angka tersebut tetap dapat menilai performa seorang pemain dan sebuah tim. Kehadiran statistik tersebut diharapkan bisa menjadi tolok ukur potensi pebasket yang akan direkrut.


Peran statistik dalam pencarian rekrutan yang potensial diharapkan dapat membantu tim untuk mendapatkan pemain dengan performa yang baik. Selain itu, angka tersebut juga dapat memperlihatkan bagaimana potensi kemampuan sang rekrutan anyar secara saintifik. Meski begitu, potensi adalah sesuatu yang bersifat abstrak dan tidak memiliki pola pasti. Sehingga, perhitungan dengan menggunakan statistik saintifik kadang malah meleset.


Selain dalam perekrutan pemain baru, statisik juga dapat memberikan opsi strategi dalam pola permainan yang diterapkan. Hal ini didasarkan pada pola permainan yang umumnya digunakan sang pemain. Pola tersebut nantinya dapat menjadi acuan untuk mempertimbangkan strategi yang pas.


Contohnya apa terjadi pada Rudy Gay ketika di Toronto Raptors. Meski memiliki rataan lebih dari 20 poin per game, raihan yang dicapai Raptors saat Gay bermain malah lebih buruk ketimbang saat sang pemain absen. Setelah ditelusuri, meskipun mantan pemain Kings tersebut sangat produktif dalam hal poin, namun hal yang sama juga berlaku untuk turnovernya. Celakanya, hal tersebut sering berbuah pada fastbreak dan poin untuk tim lawan.


Contoh kasus lain adalah Rajon Rondo. Pemilik juara 2 kali tersebut memiliki satu kelemahan yang akhirnya dapat terlihat oleh statistik, yaitu ia tidak dapat menembak untuk mendapatkan poin. Ia memerlukan teman timnya untuk ia umpan dan menciptakan permainan. Sehingga, cara terbaik menjaga Rondo adalah dengan tidak menjaganya dan membiarkan dirinya untuk membuat angka sendirian.


Kesimpulannya, analitik NBA bukanlah sebuah acuan yang bersifat kaku dan pasti. Butuh kemampuan orang-orang dari bidang tersebut secara khusus untuk dapat melihat dan membaca data-data tersebut dan mengomunikasikannya dengan pelatih. Hal tersebut pula lah yang akhirnya menyebabkan para saintis olahraga semakin bermunculan di mana-mana.

Tidak ada komentar