NBA dan Gerakan Sosial

Sumber: Skysports


17 Januari waktu Amerika, dirayakan sebagai hari Martin Luther King, sebuah hari untuk mengenang perjuangan sang pendeta dan aktivis sosial tersebut. Sebagai bentuk dukungan terhadap hari libur tersebut, NBA pun menambah jumlah pertandingan yang diselenggaran pada hari tersebut dengan 12 game.


Sebagai sebuah industri populer, olahraga basket di Amerika juga seringkali menjadi wadah yang tepat untuk mengkampanyekan sebuah isu nasional. Hal tersebut dirasa pas, mengingat di zaman sekarang, sudah sangat wajar melihat sebuah bentuk hiburan disusupi oleh sebuah kepentingan tertentu untuk kepentingan bersama.


Walau kerap dipandang sebelah mata, bentuk dukungan para pebasket kepada beberapa isu juga bisa menjadi pemantik perhatian publik terhadap isu tersebut. Sebut saja seperti gestur berlutut yang dilakukan saat menyanyikan lagu kebangsaan sebagai respon terhadap kasus pembunuhan George Floyd beberapa waktu lalu.


Selain mengumandangkan kepedulian terhadap kesetaraan ras, gerakan Black Lives Matter juga menjadi ajang para pemain NBA untuk mengkampanyekan pemilu terhadap pihak-pihak yang selama ini antipati terhadap ajang pemilihan umum di Amerika.

Sumber: Getty Images


Tidak hanya bergerak secara kolektif, para pemain NBA pun kerap turut serta dalam sebuah gerakan sosial. Entah sebagai inisiator, atau sebagai pendukung. Seperti ketika Kyrie Irving yang memberikan gajinya untuk pemain basket perempuan Amerika, atau gerakan beasiswa yang dicanangkan oleh Juan Toscano Anderson di daerah asalnya di Oakland.


Pada akhirnya, gerakan sosial boleh dilakukan oleh siapa saja, termasuk para atlet. Bahkan, menjadikan industri olahraga sebagai media untuk menyampaikan sebuah isu adalah metode yang efektif dalam memancing perhatian publik untuk lebih berempati terhadap peristiwa yang terjadi.


Sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan sosial para pemain NBA, pihak regulator liga pun memberikan sebauh penghargaan kepada para pemain yang aktif di bidang sosial bertajuk Kareem Abdul Jabbar Social Justice Champion di mana pemenang untuk gelaran pertamanya adalah Carmelo Anthony.

Tidak ada komentar