Pete "Pistol" Maravich, Pemain Paling Menghibur di 1970-an

Sumber: NBA.com

Bernama lengkap Pete Press Maravich, pria yang lahir 22 Juni 1947 ini merupakan pebasket yang paling menarik untuk ditonton pada era 1970-an. Lahir di Aliquippa, Pennsylvania, Pete muda sangat mencintai olahraga basket. Hal itu diturunkan dari sang ayah, Petar Press Maravich yang pernah melatih LSU Tigers. 


Sinar terangnya sudah terlihat ketika ia masuk divisi NCAA. Rata-rata, selama 4 tahun ia bermain di Lousiana State University, Pete membuat 44,2 poin tiap pertandingan. Catatan itu pun jadi rekor rataan poin tertinggi di divisi satu liga mahasiswa di Amerika tersebut.


Julukan "Pistol" ia peroleh sebelum memasuki bangku kuliah. Ia mendapatkannya karena gaya menembaknya terlihat seperti orang yang menarik pistol.


Selanjutnya, ia masuk ke NBA pada 1970 di urutan 3 oleh Atlanta Hawks. Di tim yang sekarang bermarkas di Philips Arena tersebut, pria bertinggi 196 CM ini mencatatkan rataan 23,2 angka per pertandingan pada musim rukinya. Lewat gaya bermainnya yang indah dan terlihat seperti gaya bermain bola basket jalanan, ia menjadi pemain yang amat dinantikan penonton kala menonton Hawks.



Sumber: NBA E

Sialnya, Maravich kesulitan di musim keduanya. Ia hanya mampu membuat 19,3 angka tiap laga. Meski tetap berhasil bawa timnya ke playoff. Pemain bernomor punggung 44 tersebut tak mampu membantu timnya melewati New York Knicks di ronde satu.


Pada musim ketiganya, Maravich kembali ke performa luar biasanya lewat 26,1 poin tiap pertandingan yang ia mainkan. Selain itu, 6,9 assist yang ia catatkan juga mengindikasikan bahwa "Pistol" adalah pemain yang mampu membantu permainan timnya. Sayangnya, timnya malah tidak mampu lolos ke playoff.


Setelahnya, sebuah tim baru muncul. New Orleans Jaz saat itu mencari pemain yang dapat menarik para fans baru. Berdasarkan perimbangan tersebut, Jazz mengambil Maravich dengan mahar 2 pemain dan 4 draft pick. Sepanjang kariernya di sana, ia Maravich akhirnya sampai pada musim terbaiknya dengan cetak 31 poin di setiap laga yang ia lakoni.


Pada musim 1976-1977 tersebut, Pete pun jadi scoring champ. Namun musim selanjutnya adalah awal bencana. Cedera lutut yang menimpanya membuat pemain dengan 5 penampilan all star ini pun akhirnya sering absen. Pada januari 1980, ia akhirnya dilepas timnya dan direkrut oleh Boston Celtics. Namun, sadar dengan cederanya yang semakin mengganggu, Maravich memutuskan berpisah dengan NBA pada akhir musim 1980.


Sepanjang kariernya, Maravich mencatatkan poin per pertandingan sebesar 24,2 angka. Tidak hanya itu, jersey bernomor punggung 44-nya juga diistirahatkan oleh Atlanta Hawks. Sedangkan di Utah Jazz dan New Orleans Pelicans, nomor 7 miliknya juga dipensiunkan untuk menghargai jasa-jasanya.


Dalam sebuah wawancara, ia pernah berujar, "Saya tidak ingin bermain 10 tahun di NBA dan mati karena serangan jantung pada usia 40".


Bak meramal hidupnya, Maravich bena-benar hanya menghabiskan 10 musim di liga basket tertinggi di Amerika. Tidak hanya itu, ia pun akhirnya harus berpulang pada usia 40 tahun karena serangan jantung di 5 Januari 1988. Segala penampilan menghiburnya akan senantiasa dikenang oleh para fansnya. 

Tidak ada komentar