Posisi Dalam Basket, Masih Relevan Kah?

Posisi Dalam Basket, Masih Relevan Kah?


Dewasa ini, bola basket semakin berkembang menjadi permainan yang sangat kompleks dengan variasi teknik, strategi, dan aturan yang diterapkan. Hal ini juga menyebabkan terjadi perubahan pada skillset yang dimiliki oleh seorang pemain basket.


Di beberapa waktu yang lalu, para pemain besar menjadi monster yang susah untuk dihentikan dan jadi kunci dari kejayaan sebuah tim. Sebut saja seperti Bill Russell, Wilt Chamberlain, Shaquille O'Neil, Kareem Abdul-Jabbar, Hakeem Olajuwon, hingga Tim Duncan sukses mendominasi liga dengan teknik yang disokong oleh tubuh besarnya dan memanfaatkan permainan di paint area.


Namun, dengan perkembangan basket yang semakin kompleks. kita akhirnya dapat melihat adanya tuntutan kepada setiap pemain untuk berani melepas tembakan tiga angka terlepas dari posisinya. Maka tidak heran jika ada beberapa pemain bertubuh besar yang bisa menjadi shooter hebat. Sebut saja seperti Dirk Nowitzki, Joel Embiid, Nikola Jokic, hingga seorang Kevin Durant.


Kehadiran variasi strategi permainan turut serta mengubah industri bola basket. Jika dahulu permainan didominasi pemain bertubuh tinggi berukuran di atas 210 CM yang menguasai liga, sekarang kita bisa melihat pemain bertubuh kecil menebar ancaman kepada setiap tim. Bahkan, sudah ada beberapa tim yang memusatkan permainan pada pemain kecilnya.

Sumber:


Tidak hanya berpusat pada pemain berukuran kecil, beberapa tim NBA dalam beberapa rotasi pun kerap kali menampilkan komposisi yang tidak menghadirkan pemain besar di dalamnya. Hal ini ditujukan tentu saja untuk keperluan strategi tertentu dalam meraih kemenangan. Semisal dengan mengandalkan kecepatan atau andalkan tembakan dari luar garis perimeter. Lalu, timbul pertanyaan, masih relevankah posisi seperti center, forward, dalam basket?


Tentu saja jawabannya adalah iya. Walau tidak sekaku dua dekade lalu, posisi dalam basket masih sangat diperlukan. Posisi dari 1 - 5 tidak lagi ditujukan untuk peran seperti point guard untuk playmaking, posisi 2 untuk menembak, posisi 3 untuk drive masuk, dan sebagainya. Namun, lebih ditujukan untuk menentukan posisi pemain dalam sebuah permainan.


Meski sesekali harus menembak, seorang center harus tetap beroperasi di paint area, seorang guard harus tetap berada di luar garis perimeter sembari sesekali masuk melakukan penetrasi demi hadirkan variasi permainan. Hal ini pun semakin membuat olahraga ini semakin berkembang dan menjadi demikian kompleks dan seru,.


Lewat permainan yang semakin seru dan tingkat kompetisi yang tidak lagi bergantung kepada pemain jenis tertentu, basket pun menjadi olahraga yang semakin dapat dinikmati oleh siapa saja, terlepas dari tinggi badannya berapa.

Tidak ada komentar