Real Its Real

Sumber: Weekly Young Jump

Ketika berbicara tentang manga olahraga, judul yang kemungkinan besar bakal terlintas di pikiran adalah seperti Captain Tsubasa, Haikyuu, atau Eyeshield 21. Jika lebih spesifik ke basket, maka judul seperti Slam Dunk dan Kuroko no Basket yang akan terlintas. keduanya dibuat masing-masing oleh Takehiko Inoue dan Fujimaki Tadatoshi.


Berbicara tentang sosok Takehiko Inoue, sosok di balik manga legendaris Slam Dunk yang hingga detik ini masih termasuk dalam 10 manga dengan penjualan terbanyak masa, ia sebenarnya masih punya judul manga dengan tema basket lain, Real.


Berbeda dengan manganya yang paling populer, Slam Dunk, Takehiko Inoue membuat Real menjadi demikian berbeda. Jika Slam Dunk diceritakan dengan bumbu shounen yang kental, maka Real dibuat senyata mungkin dan bisa menggambarkan apa yang terjadi di dunia nyata. 

Sumber: Weekly Young Jump


Serupa tapi tak sama, walau sama-sama mengambil bahasan olahraga basket. Alih-alih mengambil cerita ekskul basket sekolahan, Real mengambil cerita yang tidak biasa, basket kursi roda.


Manga ini mencertiakan tentang Nomiya Tomomi, Togawa Kiyoharu, dan Takahasi Hisanobu. Ketiga karakter yang memiliki berbagai permasalahan dalam kehidupannya tersebut, berusaha untuk bangkit dengan pendekatannya masing-masing. Alih-alih memanjakan pembaca dengan jurus-jurus bombastis, manga ini tampil apa adanya karena menceritakan tentang orang-orang difabel.


Real memberikan gambaran bahwa menjadi seorang difabel bukan menjadi lemah tidak berdaya. Ketimbang menyajikan cerita olahraga yang mengedepannya karakter dengan fisik kuat, Takehiko Inoue memperlihatkan para difabel sebagai sosok yang memiliki mental yang kuat.


Walau tidak sepopuler saudaranya, Real bisa menjadi rekomendasi untuk para pembaca manga yang juga menyukai olahraga basket. Tidak hanya secara cerita, keindahan gambar yang dibuat sang mangaka juga dapat diestimasikan bisa seindah Slam Dunk.

Tidak ada komentar