Shooting Slump: Why and How?

Sumber: AP

Sebagai liga dengan intensitas tinggi dan jadwal yang sangat padat, menjadi pemain unggulan di NBA merupakan hal yang luar biasa. Sebab, dari 82 game yang dilaksanakan selama beberapa bulan musim reguler, seorang pemain harus menjaga kondisi fisik dan performanya di lapangan.


Tidak hanya dari banyaknya laga yang harus dilakoni seorang pebasket, pemain juga mendapat tekanan bermain secara konsisten dalam sebuah laga yang kerap menghasilkan ratusan poin dengan pertukaran angka yang masif.


Tuntutan untuk senantiasa berada di level tersebut akhirnya menyebabkan banyak faktor bisa mengganggu performa seorang tim dalam melakoni pertandingan. Akan ada beberapa momen di mana seorang pemain mampu tampil produktif dan bertahan sangat solid. Namun, karena adanya gangguin dari berbagai faktor, akhirnya performa tersebut dapat terganggung dan akhirnya menghilangkan konsistensi sebelumnya.


Adapun permaina yang dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor tersebut bisa meliputi keseluruhan permainan dari sang pemain. Bisa juga hanya terpengaruh di beberapa aspek saja, entah itu dari playmaking, scoring, atau semacamnya. Termasuk di dalam hal ini adalah tentang konsistensi seorang pemain dalam menembak.


Sumber: NBA.com


Umumnya, seorang pemain bisa mengalami shooting slump disebabkan perubahan skema permainan yang tidak sesuai, adaptasi skema bertahan lawan, perubahan mekanik menembak seperti yang terjadi pada Stephen Curry, atau bahkan bisa disebabkan perubahan bola seperti yang dialami oleh Damian Lillard.


Semua hal tersebut pada akhirnya hanya memerlukan satu hal, adaptasi. Seorang pemain yang sebelumnya adalah penembak yang handal, namun menjadi tidak konsisten dikarenakan beberapa faktor tadi bisa saja kembali ke performa awalnya setelah lakukan sejumlah adaptasi. walau bisa pula berdampak sedemikian parah hingga sang pemain sulit untuk kembali ke performa puncaknya.


Pada proses adaptasi yang dilakukan oleh si pemain, wajar jika sang pemain yang sedang alami kemerosotan kemampuan menembak tersebut malah semakin rajin menembak. Sebab, untuk mendapatkan ritme permainan dan kondisi yang nyaman, pemain butuh melalui proses untuk mencoba dan gagal. Sehingga nantinya, sang pemain diharapkan bisa mendapatkan kembali ritme permainannya.

Tidak ada komentar