Tangan yang Kotor

Sumber: -


Ayo Dosunmu berlari mengambil bola liar yang memantul, dengan kecepatan tinggi, ia mendribel menyusuri area sisi kiri dari pertahanan Milwaukee Bucks hingga masuk ke dalam garis perimeter sang lawan. Melihat celah, Dosunmu melepas umpan ke arah belakang melewati penjagaan Pat Connaughton ke arah Alex Caruso yang berlari menyambut bola. Pemain berkepala plontos melompat hendak lakukan dunk, namun pemain Bucks juga melompat dengan upaya blok.


Kecepatan, Lompatan yang liar, posisi tangan yang tidak sebagaimana mestinya, dan gerakan tambahan dari pemain Bucks membuat mantan pemain Lakers terpelanting ke lantai dengan tangan kanan mendarat terlebih dahulu dengan posisi yang tidak ideal, Caruso meringis sakit dan keluar dari pertandingan. Pemain yang melanggarnya juga dikeluarkan karena terhitung sebagai flagrant foul, dia adalah Grayson Allen.


Sebagai olahraga yang melibatkan interaksi antar pemain yang intens, basket sangat rawan menimbulkan kontak fisik yang dapat berujung pada cederanya pemain. Ditambah dengan kecenderungan pemain sering melompat, potensi terbanting dan pendaratan tidak sempurna yang bermuara pada cedera sangat riskan terjadi.

Sumber: -


Perpaduan sejumlah aspek tersebut pada akhirnya menghasilkan potensi untuk bermain secara kasar seperti yang diperlihatkan Allen yang memang sudah memiliki citra pemain kasar. Sedari zaman ia berkuliah di Duke University, menjegal kaki lawan, gerakan tambahan, hingga aksi-aksi berbahaya lainnya kerap ia lakukan.


Terlepas dari adanya keinginan mencederai atau tidak, sejumlah gerakan yang dilakukan pemain 26 tahun terhadap lawan memang sangat membahayakan pemain lawan. Akibat perbuatannya, Caruso dipastikan akan absen setidaknya 6 - 8 minggu atau lebih. Di lain pihak, mantan pemain Grizzlies ini juga mendapatkan larangan bermain.


 
Permainan kasar kerapkali menjadi solusi bagi para pemain yang menghalalkan segala cara untuk dapat merebut kemenangan dari lawannya. Meski dengan cara yang tidak elok, langkah mencederai lawan tersebut memang kerapkali berbuah pada larangan bermain, hingga memicu kebencian dari kelompok fans hingga pemain. Sebagai pemain yang punya reputasi seperti itu, Grayson Allen seharusnya sudah bersiap dengan segala bentuk serangan verbal dan ancaman yang bakal menerpanya.


Hal yang sama tentu juga pernah laku dijalankan di media 1980-an hingga 1990-an ketika Detroit Pistons masih dikenal sebagai Bad Boys yang terdiri dari pemain-pemain kasar. Bedanya, jika Grayson Allen melakukan secara individu, maka tim Pistons yang digawangi Isiah Thomas melakukannya secara unit dan terstruktur hingga membuat NBA menambah sejumlah aturan.


Pada akhirnya, sah-sah saja jika berjuang keras untuk dapat meraih kemenangan. Namun, bila sudah ada maksud mencederai lawan, itu sudah bukan bagian dari semangat berolahraga dan sudah selayaknya mendapat hukuman dari pihak penyelenggara. Tidak lupa, mendoakan pemain yang tertimpa malang akibat permainan kasar juga perlu diberi doa semoga segera dapat kembali ke lapangan. Lekas pulih, Caruso!

Tidak ada komentar