Tentang Ekspektasi dan Realisasi

Sumber: The Guardian


Kekecewaan biasanya muncul dari ekspektasi yang terlalu tinggi dari kenyataan. Demikian petuah yang sering berseliweran di media sosial jika berbicara tentang ekspektasi. Tak dapat disangkal, ekspektasi dan kekecewaan senantiasa hadir berbarengan.


Hal yang sama terjadi ketika Lakers memasukkan Russel Westbrook ke dalam skuadnya. Walau dipertanyakan, tapi secara komposisi, Lakers adalah tim yang sangat kuat jika melihat dari kualitas pemain yang ada. Bahkan, ESPN meletakkan mereka di unggulan teratas dari wilayah barat.


Russell Westbrook



Sayangnya, jauh panggang dari api, apa yang diharap malah berbuah kekecewaan. Digadang-gadang jadi pesaing gelar, Lakers mentok di angka 7 dan terseok sebelum dapat ritme kemenangan kembali pada akhir tahun kemarin.


Selain kekecewaan, ekspektasi juga melahirkan kebahagiaan. Ada kesenangan yang hadir tatkala tim-tim non-unggulan jungkalkan para unggulan. Hanya bermodal 8 pemain yang sama dengan musim sebelumnya, Warriors meledakkan NBA dengan rekor 27-7 pada akhir tahun.


Golden State Warriors



Hasil tersebut membuat banyak pihak bergejolak dan membayangkan kembali jayanya Warriors. Namun nyatanya, ekspektasi yang terlalu tinggi kerap hanya berujung kepada kekecewaan. Setelah performa superior, Warriors lekas tersungkur jatuh dan kehilangan ritme. Mereka hanya menambah 3 kemenangan dari 7 pertandingan terakhir setelah melawan Nuggets.


Kini, Warriors yang sempat membuat orang-orang tersenyum tengah terluka. Mereka yang bergembira lekas kecewa karena ekspektasi yang terlampau tinggi. Padahal musim masih panjang dan Warriors yang sekarang barangkali adalah Warriors yang kita kenali sebelum musim berjalan. Sedang Warriors yang di awal musim adalah variant yang muncul karena ulah Spiderman mengganggu mantra Dr. Strange.

Tidak ada komentar