Tyrese Maxey Enggan Berpaling

Sumber: Getty Images


Kehilangan salah satu dari dua pemain all star dalam waktu yang lama tentu akan sangat berdampak ke bagaimana sebuah tim bertahan di liga basket tertinggi di Amerika. Hal yang sama juga terjadi pada Phildelphia 76ers.


Sedari awal musim terbaru, mereka nampak cukup setelah mereka kesulitan memanggil kembali salah satu bintangnya, Ben Simmons. Namun, perlahan namun pasti, dengan statistik monster yang dibuat Joel Embiid, anak asuh Doc Rivers mulai tampil konsisten meski harus terdampar di peringkat 6 wilayah timur.


Salah satu faktor yang menyebabkan Sixers mulai menemukan ritmenya adalah Tyrese Maxey. Meski tidak sebaik Simmons di musim keduanya, pemuda 21 tahun sukses beri garansi kualitas kepada para fans dengan gaya yang berbeda.


Sumber: -

Berbeda dengan Simmons yang lebih nyaman untuk melakukan drive ke dalam dan alami krisis kepercayaan diri untuk mengambil tembakan jarak menengah atau bahkan tripoin, Maxey memiliki segala hal yang dibutuhkan oleh seorang guard. Ia bisa bertahan, memberikan umpan-umpan ajaib, tembakan tiga angka, dan tentu saja sesekali lakukan penetrasi bila diperlukan.


Berbekal tinggi badan 188 CM, kombinasinya dengan Thybulle memberikan warna tersendiri dalam memberikan proteksi di luar garis perimeter Sixers. Tidak berhenti di situ, Maxey pun punya efektifitas tembakan tiga angka. Pemain yang sebelumnya membela Kentucky tersebut memiliki persentase tembakan di angka 41%.


Salah satu chants yang sering dilontarkan fans dari kota Philadelphia adalah, "Trust the process!", Maxey merupakan salah satu bentuk manifestasi chants tersebut. Ia melipatgandakan catatan poin setiap pertandingannya dari 8 ke angka 16 adalah sebuah bentuk perkembangan. Hal yang sama juga berlaku untuk statistik rebound dan assist-nya. Segala perkembangan tersebut sedikit banyak menunjukkan bahwa Maxey, belum selesai dan enggan untuk berpaling ke arah saingannya di Philly.

Tidak ada komentar