12 Februari 1934: Kelahiran Dewa Penguasa

Sumber: getty Images

Bernama lengkap William Felton Russell, ia lahir di Monroe Louisiana, Amerika Serikat, 88 tahun yang lalu. Tumbuh di era yang sangat diskriminatif terhadap ras berkulit hitam, membuat masa muda Bill Russell tidak mudah. Ada banyak perlakuan rasis yang diperoleh kedua orang tuanya kala itu, Charles Russell dan Katie Russell,


Pada awalnya, Russell kesulitan dalam mengembangkan kemampuannya dalam olahraga basket karena kurangnya pemahamannya terhadap olahraga memasukkan bola ke dalam keranjang tersebut. 


Berkat pelatihan dari seorang George Powles yang melihat bakat fisik seorang Bill, akhirnya ia sedikit banyak dapat mengerti permainan basket. Lewat kerja keras dan pertumbuhan fisik yang luar biasa, Bill bertransformasi jadi seorang pemain sesialis bertahan yang unik.


Sayangnya, karena nama yang kurang populer. Bill akhirnya tidak menarik minat para pemandu bakat kampus. Beruntung, sebuah tawaran dari Hal DeJulio datang. Setelahnya, Bill pun diundang bermain di University of San Fransisco. Di sana lah bakat Bill yang dulunya terkesan mentah dipoles sehingga membuat dirinya bisa terpilih di urutan kedua NBA Draft 1956.


Sumber: -

Walau awalnya dipilih oleh St. Louis Hawks, Russell akhirnya ditukar dengan Ed Macauley. Keputusan tersebut terbukti tepat. Bill Russel dengan kemampuan lompatannya sukses mendominasi area ring kala itu dan menjadi monster rebound dengan rataan rebound tiap pertandingan yang senantiasa berada di angka 20 lebih. lewat dominasinya tersebut, ia pun membawa Boston Celtics menjuarai NBA sebanyak 11 kali.


Tidak cukup sampai di situ, ia pun menorehkan prestasi hebat kala menjadi pelatih sekaligus pemain untuk Boston Celtics, sekaligus jadi pelatih berkulit hitam pertama di NBA. Pada masa tersebut, ia menyumbangkan 3 gelar juara menggambarkan bahwa Russell tidak hanya tentang fisik hebat, namun juga jiwa kepemimpinan yang luar biasa.


Sumber: -

Setelah masa-masa hebatnya tersebut, nomor punggungnya dipensiunkan oleh Boston Celtics. Untuk menghargai pencapaian luar biasanya semasa bermain dan melatih, NBA pun mengabadikan namanya sebagai trofi final MVP. Tidak hanya itu, Bill pun hingga sekarang masih dipercaya sebagai pemberi trofi bergengsi tersebut kepada sang MVP.

Tidak ada komentar