21 Februari 2016: Dominasi Anthony Davis

Sumber: Bleacher Report

Tinggi, berteknik tinggi, serta dominan, itulah sedikit deskripsi dari salah satu center terbaik NBA yang rawan cedera, Anthony Davis. Berbekal badan yang yang menjulang 208 CM dan badan seberat 114 KG, ia adalah sensasi pada tahun 2012 dan dipilih oleh New Orleans Hornets, yang kemudian berubah nama menjadi New Orleans Pelicans.


Setelah menelan 27 kekalahan dari 48 laga yang dilakoni timnya, Davis diturunkan dengan harapan bisa mengejar posisi di klasemen sementara wilayah barat NBA. Hadapi Detroit Pistons, The Brow tunjukkan kenapa dia adalah first pick untuk NBA draft angkatannya.


Bermain selama 43 menit, AD sukses memasukkan semua tembakan tripoinnya dan membuat rataan field golad 70,6% pada pertadingan tersebut dan berakhir dengan 59 poin. Dominasinya tidak hanya dari sekadar skor, ia juga memimpin timnya dalam kategori rebound dengan 20 kali sukses.


Sumber: Sporting News

Jumlah poin yang ia torehkan tersebut jadi yang tertinggi yang pernah ia torehkan sepanjang kariernya. Sebagai seorang pebasket, Anthony Davis adalah paket lengkap. Ia adalah pemain bertubuh tinggi yang mampu mendominasi paint area serta bisa beri teror dari luar garis perimeter.


Meski demikian, ada hal lain yang menyebabkan karier yang idealnya indah tersebut senantiasa tersendat, cedera. Pada musim yang 2015-2016 saja, sang pemain yang kini bermain untuk LA Lakers terpaksa absen di 21 pertandingan, 25% lebih dari total pertandingan yang dijalani timnya.


Musim ini, sang pemain pun lebih akrab dengan meja operasi dan ruang perawatan alih-alih menghabiskan waktunya di lapangan. Padahal, salah satu tujuan Lakers mengorbankan banyak pemain mudanya demi dirinya adalah dapat meraih gelar juara. Sayangnya, apa yang diharapkan masih jauh dari kenyataan. Meski begitu, setidaknya tim ungu emas sudah pernah merasakan manisnya juara bersama AD di 2020 lalu.

Tidak ada komentar