Beban Ben

Sumber: -

NBA telah menutup jendela trade untuk musim 2021-2022. Beberapa nama yang awalnya dirumorkan akan segera berganti jersei, urung mendapatkan tempat baru. Di lain pihak, beberapa nama lain menciptakan kejutan, dan tidak lupa beberapa pemain yang memang diekspektasikan akan segera berpindah tim. Hal yang sama juga diharapkan dari seorang Ben Simmons yang sedang alami masalah dengan Sixers. Beruntung, apa yang diharapkan akhirnya lekas terjadi.


Lewat kesepakatan dengan Brooklyn Nets, Ben Simmons dikirim ke Brooklyn Nets bersama dengan Seth Curry dan Andre Drummond sebagai bagian kesepakatan untuk mendapatkan James Harden dan Paul Millsap. Hal ini tidak mengagetkan, pasalnya, dua nama utama dalam trade ini, Ben Simmons dan James Harden sudah mengharapkan perpindahan ke tim lain pada tenggat trade kali ini.


Sumber: -

Trade ini pun jadi cahaya harapan yang sudah diharapkan oleh Ben Simmons semenjak timnya disingkirkan oleh Atlanta Hawks di semifinal wilayah timur musim lalu. Di Nets, ia pun akan segera bermain setelah beberapa waktu tidak bermain. Tinggal menunggu waktu Ben mengenakan jersei hitam Brooklyn.


Selain jadi pelita di kehidupan Simmosn sekarang, trade ini pun jadi pelita tersendiri untuk Brooklyn Nets. Sebagai pemain spesialis defense, kehadiran pemain Australia tentunya akan dapat memperbaiki pertahanan KD dan kawan-kawan yang menjadi masalah krusial tim tersebut sejak musim lalu. Selain itu, kepindahan pemain 25 tahun pun tentunya akan jadi ajang pembuktian bahwa dirinya masih layak dianggap sebagai bintang dan jadi penebusan tingkahnya selama musim ini.


Lewat trade ini, Simmons seharusnya menyadari bahwa ia kini punya beban yang jauh lebih berat ketimbang sekadar kesehatan mental dirinya. Ia punya tanggung jawab untuk memenuhi ekspektasi yang diharapkan dari dirinya dan menjadi pelengkap dari Kyrie Irving dan Kevin Durant. 

Tidak ada komentar