Bisnis Itu Bernama NBA

Sumber: -


Sebagai salah satu produk yang dihasilkan dari siaran yang berkelanjutan, NBA merupakan media yang sangat pas untuk dijual ke khalayak ramai. Baik untuk menghasilkan penggemar fanatik, atau memancing para sponsor untuk bisa memasang brand mereka sebagai bentuk iklan di media besar NBA.


Besarnya basis massa tentunya menjadi salah satu alasan krusial kenapa NBA dilihat sebagai lahan basah untuk bisa memasarkan produk yang diinginkan. Karenanya, setiap tim pun sudah barang tentu akan berusaha untuk memperlihatkan permainan yang baik disertai kehadiran pemain bintang yang dicintai. Para fans yang senang tentu akan menyerbu arena pertandingan dan otomatis akan meningkatkan nilai waralaba tim NBA,


Maka jangan heran jika di era modern saat ini, sulit untuk mendapatkan pemain-pemain yang akan setia dengan sebuah tim yang tak kunjung juara. Selain itu, ada beberapa hal yang kerapkali ditempuh para manajer untuk mendapat pemain yang ia butuhkan, pertukaran pemain.


Sumber: -


NBA trade senantiasa menjadi ajang yang membuat para pemain NBA ketar-ketir. Bisa saja hari ini mereka untuk bermain untuk tim yang mereka cintai, lalu besoknya mereka sudah harus mengenakan jersei tim lain. Tanpa memedulikan sebesar apa jasa sang pemain, mereka bisa saja ditukarkan dengan pemain yang kira-kira dapat lebih cocok dengan modal permainan tim. 


Pertukaran ini pun lebih mengacu kepada kualitas dan kecocokan, tanpa memedulikan jasa dan pengabdian sang pemain atau kondisi pemain tersebut. Sebut saja seperti kasus Harrison Barnes yang harus dipindahkan di tengah pertandingan. Tidak lupa pula yang terbaru, Ricky Rubio yang masih dibekap cedera ACL, menjadi bagian dari kesepakatan antara Pacers dan Cavaliers.


Walau kerapkali menjadi kontroversi dan memicu keributan suporter, proses pertukaran pemain tentunya dilakukan untuk memaksimalkan potensi tim adalah salah satu langkah menuju NBA yang lebih menghibur ke depannya.

Tidak ada komentar