Bukan Derrick Rose 2.0

Sumber: -

Eksplosif! Barangkali kata tersebut sedang menjadi sinonim dari seorang Ja Morant. Penampilam pemain yang membela Memphis Grizzlies tersebut seakan menjadi jaminan klip terbaik untuk mewakili pertandingan hari itu. Gaya permainan yang meledak-ledak lah yang menjadikan pemain yang pernah membela Murray State University tersebut.


Penampilan pemain 22 tahun pun kerapkali dibandingkan dengan bagaimana seorang Derrick Rose bermain ketika masih berseragam Chicago Bulls, musim 2010-2011. Kerap lakukan penetrasi ke area pertahanan lawan, lakukan tusukan demi tusukan yang ditutup dengan dunk atau layup. Segala atribut dan gaya tersebut yang akhirnya membuat Ja Morant dianggap sebagai Derrick Rose versi baru.


Sumber: -

Meski sama-sama memiliki permainan yang hampir mirip secara gaya permainannya, ada sedikit hal yang membedakan Ja Morant dengan Derrick Rose, kehidupan di luar lapangan. Lewat gaya permainan yang tak kenal rasa takut, cedera tentunya selalu menghantui kedua pemain. Hal yang sama pula lah yang menghancurkan karier dari Derrick Rose.


Celakanya, selain gaya permainan yang beresiko, Rose pun punya gaya hidup yang beresiko. Ia punya kecenderungan untuk mengonsumsi makanan manis dalam jumlah tidak berimbang. Disebutkan bahwa ia kerap menjadikan permen sebagai camilannya. Bahkan, termasuk ketika ia sedang berada dalam masa pemulihan.


 

Selain itu, di era yang lebih modern seperti sekarang, tentunya penanganan cedera akan lebih baik. Lewat kemampuan analisis kesehatan yang jauh lebih baik tersebut, potensi Morant akan menghadapi nasib seperti Rose pun semakin mengecil. 


Ja Morant memang bukan Derrick Rose kedua, sang pemain pun sudah mengatakan hal yang sama. Derrick Rose adalah pemain spesial dan Ja Morant adalah pemain yang unik. Keduanya memiliki atribut yang hampir mirip, walau Morant mendapat keleluasaan dalam fleksibiltas strategi yang diterapkan timnya untuk tidak hanya bergantung kepada permainan dari lelaki kelahiran 10 agustus tersebut. 

Tidak ada komentar