Ganas Giannis

Sumber: Getty Images

Merebut gelar juara tentunya merupakan hal yang sulit. Namun, mempertahankan gelar juara tersebut nyatanya jauh lebih sulit. Tanya saja kepada Milwaukee Bucks. Sempat alami kesulitan di awal musim karena sejumlah badai cedera. 


Sempat terlempar ke papant tengah klasemen wilayah timur NBA, perlahan namun pasti, Coach Bud mampu menemukan formula yang tepat sepeninggal PJ Tucker yang pindah ke Miami Heat.


Giannis yang sudah pulih dari beberapa cedera minor awal musim akhirnya mampu kembalikan performa tim asal negara bagian Wisconsin tersebut. Tingkatkan performa, ia pun akhirnya kembali masuk ke dalam perbincangan  MVP dan defensive player of the year.


Terbaru, pemain asal Yunani tersebut sukses memasukkan 50 poin dan merebut 14 rebound dalam kemenangan timnya saat hadapi Indiana Pacers, 128-119. Catatan 50 poin tersebut pun melengkapi performa monsternya dalam beberapa laga terakhir. 


Sumber: Saveourbucks

Setidaknya, ia menyumbang 33,8 menit per pertandingan. Lebih banyak dari rataan penampilannya yang hanya 31,3 menit setiap pertandingan dalam 5 laga terakhir yang dilakoninya.


29,4 poin tiap laga yang dicetaknya sejauh musim ini menjadi catatan tertinggi kedua dalam kariernya. Selain itu, ia juga semakin meningkatkan kemampuannya dalam bermain basket. Berbeda dengan beberapa musim sebelumnya di mana Giannis cenderung lebih sering memasukkan bola dari paint area, musim ini ia mulai percaya diri untuk melepas jump shoot dari dalam area perimeter. 


Walau efisiensinya berkurang karena itu, lewat variasi permainan yang ditawarkan oleh Giannis tersebut, ia telah menambah senjatanya menjadi lebih variatif untuk dapat mendominasi lawan-lawannya di dalam area perimeter dengan satu tujuan yang pasti, mempertahankan gelar juara.


Lewat variasi permainan tersebut, Giannis tidak hanya menasbihkan diri menjadi monster ganas di dalam paint area. Kini, ia juga telah memperluas area kekuasannya yang mencakup segenap wilayah di dalam garis perimeter.

Tidak ada komentar