Hasrat Bertahan

Sumber: -

Sebagai permainan tim, olahraga basket memerlukan beberapa pemain di berbagai posisi untuk dapat memainkannya. Namun, karena jumlah pemain yang berdiri di atas lapangan hanya berjumlah lima orang, selain kemampuan untuk menyerang, para atlet basket juga dituntut untuk memiliki kemampuan bertahan.


Ironisnya, sebagai olahraga yang sangat bisa dikuantifikasi ke dalam sejumlah statistik, basket masih sangat kekurangan indikator untuk mengukur performa seorang permain dalam bertahan. Salah satu faktor yang menyebabkan hal itu adalah bertahan bukan hanya perihal tentang teknik, tapi juga tentang kemampuan berpikir dan hasrat untuk melakukannya.


Pemain dengan kemampuan bertahan yang baik kerapkali diidentikkan dengan permainan ngotot kadang keras. Sebut saja pemain seperti Dennis Rodman, Draymond Green, atau Kevin Garnett. Hal tersebut tentunya tidak dapat dilepaskan dari bagaimana mereka memiliki intensi dalam permainan ini.


Sumber: -

Perkara hasrat, kemauan, dan tekad ini pula lah yang kerap jadi masalah beberapa pemain bintang untuk mau bertahan dalam permainan. Sebut saja nama seperti Russell Westbrook, James Harden, hingga terbaru, Luka Doncic.


Walau nama terakhir kerap dielu-elukan sebagai bintang masa depan layaknya Dirk Nowitzki, tidak sedikit analisis yang merasa bahwa Luka akan mengalami masalah jika tidak memperbaiki aspek bertahannya. Pasalnya, sebagai fondasi utama tim dalam menyerang, waktu lelaki Slovenia tersebut untuk berada di lapangan juga akan lama.


Bila tidak segera memperbaiki performa bertahannya, bisa saja Luka Doncic akan terus di bawah bayang-bayang seorang Dirk Nowitzki. Namun, pendukung Mavericks tidak perlu terlalu risau. Pasalnya, sang pemain nampak sedang dalam proses untuk meningkatkan kemampuan bertahannya. Hal tersebut dapat dilihat dari defensive ratingnya yang menjadi lebih baik dari beberapa tahun sebelumnya.

Tidak ada komentar