Jalan Jalen

Sumber: Forbes

Setiap tahun, NBA Draft menjadi ajang di mana para tim liga basket tertinggi di Amerika memilih beberapa talenta-talenta yang tersedia untuk bergabung dengan tim mereka. Setiap tim diminta untuk memilih para calon rekrutan sesuai dengan urutan yang telah ditentukan sebelumnya. Tentunya, pihak tim NBA yang mengambil keputusan akan mengambil talenta terbaik yang ada di angkatannya terlebih dahulu untuk memastikan bahwa mereka mendapatkan pemain yang bagus untuk timnya meraih gelar juara.


Kehadiran kompetisi tingkat sekolah dan NCAA menjadi alternatif para tim NBA untuk mencari pemain berbakat. Di lain sisi, kompetisi tersebut juga menjadi wahana para talenta muda basket untuk bisa menunjukkan kemampuannya kepada orang tentang kemampuannya.


Hal yang sama juga berlaku untuk seorang Jalen Green. Di masa SMA-nya, ia sudah mendapat sorotan yang masif. Tidak sedikit kampus yang berlaga di divisi 1 NCAA yang menawarkan beasiswa kepada sang pemain keturunan Filiphina tersebut. Setidaknya, ada 18 kampus yang menawarkannya beasiswa. Namun yang terjadi, ia memilih jalan yang berbeda.


Sumber: Getty Images


Lewat regulasi terbaru NBA yang membatasi pemain yang langsung masuk ke NBA setelah lulus SMA. Maka Jalen Green harus memilih untuk mengikuti kompetisi lain terlebih dahulu sebelum memutuskan mendaftarkan diri di NBA Draft. Pilihan yang tersedia saat itu adalah ikut NCAA sebagai pilihan paling populer, ikut kompetisi basket di negara lain, atau mengikuti turnamen minor milik NBA, G League. Pilihan terakhir lah yang diambil oleh pemuda kelahiran 2002 tersebut.


Di bawah kepelatihan pelatih Brian Shaw di G League Ignite, Green pun mulai mengembangkan apa yang ia butuhkan  untuk karier NBA-nya. Bersama timnya, Green jadi pilihan poin utama dengan rataan 17,9 poin per petandingan. Walau tidak mendapat juara bersama timnya, Green telah memperlihatkan kepada dunia, bahwa pilihannya untuk mengikuti G League tidak pernah salah.


Kini, Green telah berada di NBA. Terpilih di urutan kedua dalam NBA Draft 2021, ia tengah merajut mimpi basket masa mudanya. Lewat roster muda Houston Rockets, tentunya ia memiliki peluang untuk terus menumbuhkan potensinya untuk menjadi bintang masa depan NBA sebagaimana yang dilihat para analis basket ketika ia masih SMA. Selamat ulang tahun, Jalen Green!

Tidak ada komentar