Mencintai Basket

Sumber: -

Di Indonesia, lazim untuk melihat sekolah-sekolah memiliki lapangan basket, alih-alih memiliki lapangan olahraga lain. Hal tersebut tidak menjamin kepopuleran basket sebagai olahraga yang digandrungi di Indonesia. Kultur basket yang tidak terjaga menjadi salah satu sebab olahraga memasukkan bola ke dalam keranjang ini jadi kurang terkenal di Indonesia.


Salah satu alasannya adalah basket yang memerlukan tinggi badan untuk bisa bermain dengan optimal. Dengan tinggi badan laki-laki Indonesia yang rata-rata bertinggi 160 CM, maka bermain basket bukanlah salah satu pilihan aktivitas fisik yang populer. 


Meski demikian, di era modern di mana publikasi dan media bisa diakses oleh siapa saja, basket mulai mendapat sorotan. Tidak sedikit generasi muda Indonesia yang mulai melihat basket sebagai sesuatu yang progresif ke depannya. Kehadiran para content creator turut serta membantu tumbuh kembangnya fans basket Indonesia.


Sumber: Sports Ilustrated

Selain membantu bertambahnya pecinta basket di Indonesia, kehadiran konten kreator tentunya juga memperlihatkan sisi lain dari mencintai basket itu. Alih-alih turut serta mengolah bola di lapangan, mereka memperlihatkan bahwa mencintai basket tidak harus selalu berarti menjadi atlet. Orang yang mengaku menyukai olahraga, namun tidak beruntung memiliki tinggi badan mumpuni, bisa saja bekerja di bidang yang bersinggungan dengan olahraga basket.


Mencintai basket adalah tentang bagaimana mengembangkan basket itu sendiri. Memberikan kesadaran pentingnya olahraga, termasuk di dalamnya olahraga basket. Semua orang bisa memperlihatkan sebesar apa rasa cintanya. Entah dengan menjadi penggemar loyal, kreator, staf tim, atau bahkan menjadi atlet pofesional. Semua berhak menicntai dan memperlihatkan rasanya tersebut. Selamat hari kasih sayang.

Tidak ada komentar