NBA All-Star Snubs: what and Who?

Sumber: -

Setiap tahunnya, NBA All-Star menjadi salah satu ajang yang paling ditunggu oleh para fans liga basket tertinggi di Amerika tersebut. Walau bersifat laga eksebisi, pertandingan ini tetap menjadi ajang prestisius di mana para penggemar basket dapat melihat para bintang dapat bermain bersama dalam sebuah tim.


Terbaru, pihak operator liga telah mengumumkan sejumlah nama yang terpilih melalui proses voting untuk bermain dalam All Star Game , yang diadakan di Cleveland, 20 Februari mendatang.



 

Mewakili wilayah barat, ada LeBron James selaku kapten, diikuti Stephen Curry, Nikola Jokic, Ja Morant, dan Andrew Wiggins sebagai starter. Adapun untuk pemain di daftar cadangan adalah Devin Booker, Chris Paul, Draymond Green, Luka Doncic, Rudy Gobert, Donovan Mitchell, dan Karl-Anthony Towns.


Adapun dari wilayah timur, Kevin Durant terpilih sebagai kapten, diikui starter yang terdiri dari Giannis Antetokounmpo, DeMar DeRozan, Joel Embiid, dan Trae Young. Ada juga Jimmy Butler, Darius Garland, James Harden, Zach LaVine, Khris Middleton, Jayson Tatum, dan Fred VanVleet sebagai cadangan.


Di balik sejumlah nama yang telah diumumkan, akan selalu ada nama-nama yang tidak kalah tenarnya, namun tidak terpilih untuk mengikuti all star. Meski populer dan kemampuannya telah diakui sejumlah pihak, para bintang yang tidak dipanggil tersebut disebut sebagai "Snub". Terbatasnya pemain yang berlaga menjadi penyebab para pemain tersebut tidak dapat mengikuti ajang all star.


Hal yang menyebabkan sejumlah nama pemain tersebut termasuk unik adalah karena beragamnya nama, tergantung pihak yang mengeluarkan daftar para pemain snub tersebut. Sebut saja seperti Jarret Allen, pemain Cleveland Cavaliers yang menjadi salah satu penopang performa mengejutkan timnya musim ini.


Sumber: USATSI

Nama lain yang sebenarnya berpeluang masuk dalam jajaran All Star adalah Anthony Davis. Sayangnya, pemain LA Lakers tersebut lebih banyak menepi ketimbang bermain untuk timnya pada musim ini. Ada pula salah mesin triple double yang sedang naik daun, DeJounte Murray. Sang pemain San Antonio Spurs mencatatkan 19,6 poin per pertandingan dan menjadi salah satu penyebab timnya bisa menggoyang hegemoni tim yang berada di zona play in.


Selain sejumlah nama yang telah disebutkan dan beberapa penyebabnya, tidak lupa penulis mencamtukan pemain-pemain yang memberikan performa hebat musim ini. Mulai dari Domantas Sabonis, LaMelo Ball, Shai Gilgeous Alexander, Anthony Edwards, atau DeAndre Ayton.


Terlepas dari polemik seputar daftar nama pemain All star tahun ini, para snub akan selalu ada dan menjadi diskusi di antara penggemar basket dan tidak bisa memenuhi keinginan setiap orang karena terbatasnya pemain yang dapat diundang untuk bermain.

Tidak ada komentar