New Missons For Anfernee Simons

Sumber: Bleacher Report

Slam dunk contest merupakan salah satu ajang yang prestisius dalam rangkaian acara NBA All Star. Menjadi juara di perlombaan tersebut tentunya menjadi salah satu raihan prestisius bagi mereka yang memenangkan. Mereka yang juara tentunya akan mendapat sanjung dan pujian setinggi angkasa. Sayangnya, hal tersebut tidak didapatkan seorang Anfernee Simons. 


Mengikuti turnamen kontes dunk yang dilabeli sebagai yang terburuk sepanjang masa sedikit banyak mengurangi nilai yang dilihat ada pada diri seorang Simons. Ia tidak mendapat respek yang sama dengan para juara kontes dunk sebelumnya. Namun, di musim ini, ia memiliki tugas baru: mengubah imej pemenang dunk contest terburuk menjadi bagian penting dari timnya, Portland Trail Blazers.


Selama 3 tahun di tim asal Oregon, ia tidak lebih hanyalah seorang pelapis. Waktu bermainnya terbatas dan perannya pun tidak signifikan di dalam tim. Ia hanya membuat rataan 7,8 poin per pertandingan di musim kemarin. Namun, ketika tim sedang hadapi kesulitan di tengah kekalutan seorang Damian Lillard, ia muncul sebagai solusi.


Sumber: Fansided

Kombinasi Dame dan CJ McCollum yang telah bersama 9 musim dan jadi fondasi tim selama 6 tahun akhirnya harus disudahi karena tak kunjung berbuah hasil. Padahal, tak ada yang salah dengan boxscore kedua pemain, namun hasil yang diperoleh tak kunjung membuat sang bintang utama, Lillard tersenyum. Di tengah kesengsaraan timnya yang ditinggal cedera Lillard dan McCollum musim ini, Simons datang.


Pemain 22 tahun lekas meledak dipercayakan jadi starter di 2022, 43 poin ia torehkan kala hempaskan Atlanta Hawks. Tidak berhenti di sana, ia pun melanjutkan tren positifnya ketika kalah dari Miami Heat, 28 poin ia torehkan. Total, ia membuat rataan 22.2 poin setiap pertandingan dan memasukkan setidaknya 4 tripoin setiap kali bermain di tahun ini.


Perginya CJ McCollum sedikit banyak menjadi bukti kepercayaan manajemen kepada dirinya. Maka ia pun memiliki misi untuk dapat menjadi orang yang dibutuhkan oleh Damian Lillard sebagaimana McCollum menjadi Robin untuk Dame. Maka tugas dari pihak front office saja lah yang harus dinantikan, bagaimana mereka benar-benar mewujudkan tim yang tepat untuk kombinasi baru, Lillard dan Simons.

Tidak ada komentar