Rui Hachimura Melawan Diskriminasi

Sumber: -
 

Parade kontingen negara senantiasa menyajikan hal menarik di setiap pagelaran olimpiade. Barisan tim tuan rumah, Jepang terdiri dari banyak partisipan pada olimpiade Tokyo 2020 kemarin. Para atlet perwakilan negeri matahari tersebut berbaris mengikuti pengiring bendera ikonik negaranya yang berkibar lebih tinggi dari biasanya.


Hinomaru -nama bendera Jepang- dibawa oleh atlet bertinggi 6 kaki 8 inchi atau 203 sentimeter. Dibalik jas putih, tubuh tegapnya nampak gagah membawa bendera negaranya. Melihat dari bangun tubuhnya, dapat diasumsikan ia adalah atlet voli atau basket. Benar saja, sang pembawa bendera adalah pemain Washington Wizards, Rui Hachimura.


Penunjukkannya menjadi pembawa bendera seakan menjadi pertanda keseriusan Jepang untuk mulai berpikir secara progresif. Pasalnya, orang-orang berdarah campuran, atau haafu dalam istilah Jepang kerapkali mendapat diskriminasi dari beberapa kalangan masyarakat. Alih-alih melihatnya sebagai keturunan separuh Jepang, mereka malah mendapat perlakuan tidak mengenakkan karena mereka adalah separuh keturunan bukan Jepang.


Sumber: -


Penunjukkan Rui pun bukan tanpa alasan. Rui memiliki perawakan khas orang Jepang, walau memiliki kulit yang lebih gelap. Pebasket yang pernah bermain untuk Gonzaga ini pun bisa menjadi simbolisasi sempurna bagaimana orang Jepang mulai menerima para haafu tersebut.


Walau tidak sedikit atlet Jepang keturunan yang mendapatkan pandangan yang berbeda, Rui tetap ingin membela tanah kelahirannya. Bermodal penampilannya di NBA yang baik untuk ukuran orang Asia, Hachimura pun perlahan bisa memperlihatkan kepada masyarakat negaranya, bahwa para haafu juga punya hak untuk membela Jepang. 


Tidak hanya di Jepang, apa yang tengah dikampanyekan oleh pemuda kelahiran 1998 tersebut adalah bahwa orang asia seperti dirinya, dapat memiliki karier yang panjang di liga basket tertinggi di Amerika. Selamat ulang tahun, Rui!

Tidak ada komentar