Temaram Domantas Sabonis

Sumber: -
 

Ketuk palu keputusan rebuild telah ditetapkan oleh Indiana Pacers. Ada 3 nama potensial yang ditawarkan oleh tim asal Indianapolis, Myles Turner dan Domantas Sabonis. Meski demikian, bintang pertama yang dilepas justru adalah Caris LeVert. Terbaru, pemain asal Lithuana yang dilepas menuju Sacramento Kings.


Mulai bermain di musim 2016-2017, Sabonis dipilih oleh Oklahoma City Thunder pada urutan ke-11. Mengambil posisi power forward, anak dari legenda Arvydas Sabonis ini hanya mencetak 5,9 poin di musim debutnya tersebut. Ia menambahkanya dengan catatan 3,6 rebound tiap laga.


Kariernya di tim asal kota Oklahoma tidak lama. Ia segera menuju Indiana Pacers sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran untuk Paul George. Mengambil nomor punggung 11, ia pun memulai cerita heroiknya Pacers. Selama 2 musim, ia bertumbuh jadi center hebat dan mulai diperhitungkan dengan catatan statistik yang senantiasa meningkat. 11,6 poin per laga yang ditorehkannya di 2017-2018 bertambah jadi 14,1 poin tiap laga.


Sumber: -

Setelah 2 tahun di Pacers, ia membuktikan diri kepada pelatih bahwa ia adalah sosok yang dapat berguna bagi timnya. Banyak bermain dari bangku cadangan selama 2 musim, akhirnya di musim 2019-2020, ia memperlihatkan bahwa ia hanya butuh waktu yang lebih banyak. Ia bertransofrmasi dari pemain di posisi center, jadi pemain power forward handal yang jadi mesin triple double. Selama dua musim setelah dipercaya jadi tumpuan pacers, ia juga rajin masuk All Star.


Berstatus All Star nyatanya tidak membuat dirinya menjadi digdaya membantu timnya melangkah ke playoff. Kurangnya pendukung untuk pemain kelahiran 3 Mei ini pun jadi faktor kenapa Pacers tidak bisa berjalan jauh saat mempercayakan tim pada Sabonis. Hingga akhirnya, setelah keputusan rebuild dipilih, Sabonis pergi ke Sacramento Kings untuk Tyresse Haliburton, Buddy Hield, dan Tristan Thompson.


Sumber: -

Sebagai pemain yang rutin mencetak dua digit angka, Domantas Sabonis sebenarnya bisa menjadi opsi poin yang dapat membantu timnya menuju kemenangan. Ada hal lain yang membuat dirinya begitu spesial walau tidak terlihat, reboundnya menyentuh angka 12 per pertandingan. Minimnya tembakan tiga angka sensasional, umpan indah, hingga dunk-dunk penuh tenaga membuatnya jarang mendapat sorotan penggemar NBA. Hal tersebut lah yang membuat namanya tidak secemerlang pemain lain yang pernah bermain setidaknya di 2 all star.


Pada laga awalnya di Sacramento Kings, Sabonsi tetap jadi Sabonis yang dapat diandalkan tim. Cetak 22 poin dan 14 rebound. Meski tidak mendapat sorotan sebagaimana mestinya, setidaknya ia telah membuktikan bahwa dirinya adalah orang yang tetap sama meski sudah berganti jersei.

Tidak ada komentar