The Uncrowned General

Sumber: -

Seorang jenderal merupakan orang yang bertanggung jawab dalam memimpin pasukan di medan perang dan di berbagai kehidupan lain dalam lingkup militer. Menjadi jenderal berarti harus siap untuk mengurus dan mencurahkan pikiran untuk bisa menjamin kemenangan pasukan yang dibawa.


Tanggung jawab yang sama juga diemban oleh seorang Steve Nash. Berposisi sebagai point guard, sudah menjadi kewajaran jika ia dibebani tugas untuk memimpin tim dan membagi bola ke rekan setimnya untuk dapat membimbing timnya ke arah kemenangan. Sayangnya, tidak semuanya berjalan dengan mudah untuk pemain kelahiran Johannesburg tersebut.


Masuk NBA melalui angkatan draft 1996, ia terpilih di urutan 15 oleh Phoenix Suns. Musim perdananya tidak berjalan dengan baik, ia hanya mencetak 3.3 poin dan hanya bermain sebagai starter pada 2pertandingan saja. Hal yag sama juga terulang di musim keduanya. walau catatannya meningkat jadi 9.1 poin per laga, ia tetap sulit menembus tim utama.


Sumber: -

Berbekal hal tersebut, Nash pun hijrah ke Dallas Mavericks. Di tim asal Texas tersebut, ia bertransformasi jadi pengatur ritme yang baik. Ia jadi starter dalam 40 pertandingan dan membagi 5,5 assist per pertandingan. Rataan yang ia torehkan terus meningkat setiap musimnya hingga akhirnya, ia kembali ke tim pertamanya, Phoenix Suns. 


Bermodal pengalamannya di playoff saat membela Mavs, pada musim pertamanya kembali ke Suns, nash segera bawa timnya menggila dan menginjak final wilayah barat. Sayangnya, mereka tidak mampu melewati Spurs, 1-4. Cerita yang sama juga terulang pada musim selanjutnya. Kali ini, Suns tumbang di tangan Dallas Mavericks yang kala itu dipimpin Dirk Nowitzki.


Selama beberapa musim, Suns sempat berjuang untuk kembali dapat bersaing hingga akhirnya mereka bisa kembali masuk final wilayah dipimpin oleh seorang Steve Nash. Sayangnya, lagi-lagi Nash pun harus gigit jari. Setelah sejumlah kekalahan menyakitkan, pemain kelahiran 1974 tersebut bergabung dengan Kobe Bryant di LA Lakers. Sayangnya, impian cincin pun tidak dapat ia tuai, meski telah menyatukan kekuatan dengan bintang lainnya.


Sumber: -

Hingga akhir kariernya, Nash tidak pernah sama sekali mengenakan cincin juara. Bahkan, untuk sekadar menapaki final NBA, ia tidak pernah. Walau sempat mencicipinya bersama Warrios, gelar tersebut tidaklah sama karena bukan Nash lah jenderal utamanya. Saat ini, ia tengah berusaha membangun kembali impiannya mengejar cincin juara sebagai jenderal di timnya, lewat jalur pelatih. Selamat ulang tahun, Steve Nash!

Tidak ada komentar