Berharap pada Generasi Muda NBA

Sumber: Getty Images
 

Pemain muda kerapkali diibaratkan sebagai bibit muda yang siap untuk memikul sebuah tim di pundaknya saat berada di usia matang. Namun, dalam beberapa situasi, para pemain muda tidak hanya berharap pada pemain senior dan menunggu usia mereka matang. Tanyakan saja pada Luka Doncic, Trae Young, dan Ja Morant.


Bisa dibilang ketiganya saat ini merupakan jantung dari tim yang mereka bela. Luka Doncic jadi fondasi dasar tim Dallas Mavericks dan sudah dua kali membawa tim tersebut ke babak playoff. Di lain sisi, Ja Morant meledak musim ini dan sukses bawa timnya ke papan atas klasemen sementara wilayah barat NBA.


Setali tiga uang dengan dua pemain lain yang telah disebutkan, Trae Young juga jadi salah satu pemain muda yang kini harus menanggung beban dari Atlanta Hawks. Pada usianya yang ke-22 tahun pada musim lalu, ia sukses bawa timnya melenggang hingga babak final wilayah timur NBA.


Suber: Sporting News

Pada musim ini, Trae Young menjadi elemen penting dari timnya dan menjadi pencetak poin terbanyak lewat sumbangan 28,1 poin setiap pertandingan. Tidak hanya dari segi produktivitas poin, pemuda 23 tahun tersebut juga mampu menjalankan tugasnya sebagai playmaker untuk rekan-rekannya dengan memberikan setidaknya 9 assist setiap kali bermain.


Hal yang sama juga berlaku untuk Luka doncic yang menyumbangkan 26,1 poin per pertandingan selama 4 musim di NBA. Hal tersebut tidak menjadikannya pemain yang egois dan tidak rajin mengirimkan assist untuk teman satu timnya. terbukti, ia punya rataan 7,9 assist per laga.


Hal yang sama juga berlaku untuk pemain muda lainnya, Ja Morant. Ia mampu menjadi tumpuan timnya dalam poin dan assist walau ia baru saja bermain 3 musim di NBA. Performa yang ditunjukkan ketiga pemain muda tersebut menjadi bukti bahwa menjadi seorang pemain andalan tidak harus menunggu usianya matang dulu. Namun bisa dilakukan walau baru 3 hingga 4 musim di liga basket tertinggi di Amerika tersebut.

Tidak ada komentar