Bulan Madu Para Pemain Baru

Sumber: Getty Images

Tak ada pemain yang senang menjadi bagian tanpa persetujuan dirinya. Namun, bola basket adalah bisnis dan mereka adalah karyawannya. Meski perasaan cinta sudah ada di dalam dada, para pemain tak dapat menghindari kenyataan bahwa mereka adalah produk yang bisa saja diperdagangkan dalam bentuk kesepakatan trade sebagai pemain.


Ada banyak cara untuk memperlihatkan perasaan sakit hati para pemain yang menjadi korban trade, mulai dari curhat di sosial media hingga perlihatkan performa gemilang di tim baru yang menampung dirinya. Hal yang sama juga berlaku untuk mereka yang baru saja berpindah tim pada trade deadline musim 2021-2022 ini.


Mencetak 28 poin dalam 7 kali bermain, CJ McCollum seakan hendak memperlihatkan kepada tim lamanya bahwa keputusan untuk memindahkan dirinya adalah sebuah kesalahan. Tidak hanya dari raihan poin, akurasi tembakan 3 angka McCollum pun meningkat 5% jika dibanding saat dirinya berseragam Portland Trail Blazers.


Sumber: Getty Images

Tidak hanya McCollum, pemain lain yang sebenarnya sudah terlanjur mencintai waralabanya namun jadi korban transaksi antar tim adalah Tyrese Haliburton. Pemain 21 tahun tersebut segera tancap gas di tim barunya dengan 19,8 poin per game dan jadi elemen penting Indiana Pacers dalam 6 pertandingan terakhir.


Berpindah tim ibarat adalah sebuah lembaran hidup baru yang harus mereka sambut dengan suka cita dan penuh semangat. Maka tidak heran bila kita bisa melihat seorang James Harden alami peningkatan perolehan poin per game yang mencapai 56 poin dalam 2 pertandingan.


Meski cuma sampel kecil, sejumlah statistik tersebut menjadi secuil bukti perubahan para pemain yang sedang berada di tim baru tersebut. Momen-momen berganti jersey tersebut tidak ubahnya masa-masa menikmati masa adaptasi di sebuah tempat baru. Ibarat seorang manusia yang tengah menikmati masa-masa bulan madunya. Pertanyaannya, bisakah mereka pertahankan performa hingga lama?

Tidak ada komentar