Dua Sisi Jimmy Butler

Sumber: Getty Images

Inkonsistensi merupakan salah satu hal yang seyogyanya dihindari oleh seorang pemain, utamanya untuk atlet yang bermain di level tertinggi dari sebuah kompetisi yang memiliki laga yang banyak dan menuntut intensitas tinggi seperti halnya dalam olahraga bola basket. Namun, inkonsistensi sedang menjadi sahabt dari pemain andalan Miami Heat, jimmy Butlet musim ini.


Barangkali, pada pertandingan kontra Philadelphia 76ers yang terbaru, Butler adalah pemain yang bisa diandalkan sebagaimana pemain andalan pada umumnya. Ia memasukkan 21 poin dari 40% field goal. Namun, apa yang ia tunjukkan saat timnya kalah lawan Milwaukee Bucks adalah hal yang berbeda.


Pada pertandingan yang dihelat di Fiserv Forum tersebut, Butler bermain selama 35 menit. Namun, Giannis dan kawan-kawan sukses membuka salah satu kelemahan seorang Jimmy Butler, tembakan jarak menengah hingga 3 angka.


Bila melihat statistik mantan pemain Sixers tersebut musim ini, ia hanya memasukkan 19% dari total 3 poin yang ia ambil. Walau masih terbantu oleh 46% total field goal-nya, nyatanya sebagian besar dari 21,4 poin yang ia cetak berasal dari determinasi untuk menusuk ke paint area. 


Sumber: Getty Images

Melihat celah tersebut, Mike Budenholzer memerintahkan pemainnya untuk membiarkan Butler di area jarak menengah atau pun di luar perimeter dan berjaga agar ia tidak masuk ke daerah dekat ring.


Hasilnya, beberapa tayangan memperlihatkan bagaimana pemain Bucks membuat Butler tanpa penjagaan, meski tetap mewaspadai tusukan dari sang pemain. Namun, karena pertahanan rapat yang diperlihatkan sang jawara bertahan, Butler tidak punya pilihan selain menembak yang akhirnya berakhir secara ekstrem, 14% atau hanya 2 dari 14 percobaan yang berujung poin.


Butler selesai dengan 6 angka dan catatan minus 21 angka saat ia berada di lapangan. Bucks memperlihatkan bahwa mereka tidak hanya mengandalkan kemampuan fisik, namun juga berhasil membuat taktik yang menyulitkan Butler. Mereka sengaja mengincar Butler karena para pemain pastinya percaya pada sang pemain. Hasilnya, bila sang pemain andalan gagal, maka sedikit banyak akan pengaruhi mental rekan satu timnya.

Tidak ada komentar