Dua sisi MVP

Sumber: -

Most Valuable Player adalah sebuah gelar prestisius yang diberikan kepada pemain yang memiliki peranan besar terhadap timnya selama musim reguler di liga basket tertinggi di Amerika, NBA. Sebagaimana namanya, gelar ini diberikan berdasarkan penilaian beberapa panelis yang diercaya untuk lakukan penilaian terkait performa beberapa nama yang diusulkan oleh NBA.


Perdebatan dan perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dari pemilihan MVP ini. Termasuk musim lalu, ketika Nikola Jokic mendapat gelar tersebut di atas Joel Embiid. Banyak pihak yang mempertanyakan tentang kepantasan pemain Serbia mengangkat trofi mengingat permainannya yang terkesan biasa saja.


Meski demikian, penghargaan ini tidak diberikan kepada mereka yang bermain paling menghibur, tapi kepada mereka yang paling berpengaruh dan bernilai. Hal tersebut lah yang menyebabkan Steve Nash bisa memenangkan penghargaan tersebut dua tahun beruntun meski hanya berperan sebagai fasilitator untuk rekan satu timnya.


Sumber: Sporting News

Musim ini, ada banyak nama yang mencuri perhatian dan bisa menarik timnya ke titik terbaiknya. Sebut saja sang petahana, Nikola Jokic, Joel Embiid, DeMar DeRozan, Ja Morant, hingga Luka Doncic. Dari sejumlah nama tersebut, setidaknya ada nama yang jarang masuk ke dalam jajaran NBA top shot.


Mereka adalah Luka Doncic dan Nikola Jokic. Kedua pemain eropa tersebut hampir tidak pernah lakukan dunk eksposif layaknya ketiga nama lain. Jarang lepaslkan tembakan fadeaway yang melengkung indah ke dalam jaring. Namun, keduanya adalah pemain yang bisa memberikan nilai tersendiri untuk timnya. Mereka membawa pengaruh yang signifikan ke dalam tim yang dibelanya.


Walau jarang menyuguhkan penampilan eksplosif dan gerakan yang tidak terhentikan, apa yang disajikan oleh Doncic dan Jokic sudah sesuai dengan esensi MVP yang diberikan kepada pemain yang punya pengaruh dan memiliki nilai yang tinggi. Karenanya, terlepas dari bagaimana gaya bermainnya, MVP adalah tentang bagaimana seorang pemain bisa membawa angin positif untuk tim yang dibelanya.

Tidak ada komentar