Hanya Manusia Biasa

Sumber: -

Salah satu hal yang akan senantiasa diingat para penggemar basket era sekarang adalah bagaimana seorang LeBron James dapat menjadi sangat dominan dan membuat final NBA menjadi sangat tertebak dengan 4 kali menghadapi Golden State Warriors yang dipimpin Stephen Curry secara berturut-turut.


Tidak hanya di Cavaliers, LeBron juga melakukannya kala berseragam Miami Heat dengan 4 kali masuk final NBA secara beruntun. Total, LeBron James masuk ke final NBA sebanyak 8 musim beruntun dari total 10 final NBA-nya, di lain pihak, Stephen Curry memenangkan 3 dari 5 final yang digapainya secara beruntun.


Dua pemain tersebut memperlihatkan bagaimana mereka dapat menjadi sangat dominan dan penting bersama timnya. Bahkan untuk seorang LeBron James, ia bisa saja membawa sebuah tim seorang diri ke final NBA seperti yang ia lakukan di 2018. Namun, di musim ini, semuanya tidak lagi sama untuk kedua pemain super tersebut. 


Sumber: -

LeBron James kesulitan memperbaiki performa LA Lakers yang senantiasa ditinggal oleh Anthony Davis. Padahal, di musim 2019-2020, kombinasi keduanya tidak terhentikan. Namun, saat cedera menghantui AD, semuanya berubah dan LeBron kesulitan mengangkat timnya seorang diri.


Hal yang sama juga dialami oleh Stephen Curry. Sang penembak terbaik sepanjang masa, masih belum bisa lepas dari shooting slump-nya yang sudah menghantui dirinya semenjak Januari. Kini, ia pun harus kehilangan Draymond Green yang membuat usahanya mengejar Phoenix Suns semakin tidak mungkin.


Apa yang dialami oleh dua pemain terbaik di era 2010-an tersebut menjadi pertanda sebuah pergantian kekuatan yang melibatkan keduanya. Apapun yang terjadi, dua pemain tersebut adalah sementara dan mereka masih tetap manusia biasa. Memiliki mereka di dalam tim bukan sebuah jaminan prestasi. Mereka tetap manusia yang harus mendapat dukungan dari pemain lainnya untuk peroleh apa yang diinginkan.

Tidak ada komentar