Makin Ranum, Jayson Tatum

Sumber: -

Sistem draft di liga basket tertinggi di Amerika merupakan sebuah sistem perekrutan yang unik. Alih-alih membantu para  bibit pemain bisa bermain di tim terbaik, yang terjadi malah sebaliknya. Para pemain terbaik dari angkatan draft tersebut akan bergabung dengan tim buruk musim sebelumnya.


Namun, dengan pergolakan pemain dan perpindahan kekuatan yang demikian masif, kadangkala tim besar bisa menjadi demikian buruk dalam satu musim di NBA. Hal yang sama juga terjadi pada Boston Celtics yang mendapatkan seorang Jayson Tatum di urutan ketiga NBA draft tahun 2017.


Sebagai salah satu rekrutan terbaik dari angkatannya, tak sulit bagi Tatum untuk mengambil posisi starter di tim Celtics yang saat itu masih terluka. Ajaib, ia sanggung berikan penampilan luar biasa dan bawa timnya ke playoff untuk berhadapan dengan Milwaukee Bucks, Sixers, dan akhirnya tumbang oleh Cleveland Cavaliers.


Sumber: NBCSports

Tidak berhenti sampai di situ, Tatum selalu mampu bawa Celtics menuju playoff di setiap musim dan mengulang prestasi 2018 di 2o2o saat hadapi Miami Heat di babak final wilayah timur. Sayangnya, mereka tidak mampu tumbangkan pasukan Eric Spoelstra.


Musim ini, Celtics sempat alami pukulan berat kala terjadi perpecahn antarpemain. Jayson Tatum dianggap semakin egois dan enggan berbagi bola dengan rekannya. Setelah semua perdebatan, alih-alih makin retak, Tatum justru mampu bawa teman-temannya ke arah yang lebih baik tanpa siapapun yang dikorbankan. 


Semakin bertambahnya usia Tatum sudah sewajarnya pula membuat ia semakin dewasa dalam mengambil keputusan dan bagaimana ia memilih yang terbaik untuk timnya. Bahkan tidak mungkin, dengan dirinya yang semakin matang, ia bisa saja membawa Celtics menambah gelar ke-18 setelah puasa gelar lebih dari satu dekade.

Tidak ada komentar