Pantang Putus Asa, Isaiah Thomas

Sumber: Getty Images
 

Bermain di NBA adalah mimpi bagian orang yang mencintai olahraga basket. Berkompetisi di liga basket tertinggi tersebut tentunya menjadi kebanggaan tersendiri serta akan senantiasa didamba oleh banyak orang. Karenanya, Isaiah Thomas tak pernah berpikir dua kali ketika ia mendapat kesempatan ke NBA.


Menjadi pemain 175 CM di antara para raksasa NBA tentunya bukanlah hal yang mudah, baik untuk sang pemain maupun untuk timnya. Sulit melewati pemain lawan dengan tubuh sependek itu dan tim harus menerapkan strategi khusus dalam bertahan ketika giliran Isaiah Thomas bermain.


Walau berhasil membuat 41,3 poin setiap pertandingan saat membela Grand Rapids Gold di NBA G League, bukan berarti mudah untuk Thomas melakukan hal yang sama di kasta tertinggi. Bahkan, untuk mendapatkan kepercayaan pengurus tim saja adalah sesuatu yang sangat sulit baginya.


Sumber: Getty Images

Setidaknya, ia sudah bermain untuk 3 tim berbeda di NBA musim ini lewat skema yang sama, kontrak 10 hari. Dua kali kesempatan kontrak ia peroleh bersama LA Lakers dan membuat catatan impresif dengan 9,3 poin walau hanya sekali bermain sebagai starter.


Dallas Mavericks memberi kesempatan walau hanya semu setelah Lakers tidak permanenkan 2 kali all star tersebut. Setelah membuat rekor mengesankan di G League, Isaiah Thomas kembali lagi ke NBA dalam balutan seragam Charlotte Hornets.


Turun dari bangku cadangan, ia masukkan 14 angka dengan 2 tembakan tiga angka akurat. Ia seharusnya sudah belajar tentang apa yang dibutuhkan tim dari dirinya. Maka tugasnya adalah memastikan Hornets tetap menaruh kepercayaan saat kontraknya berakhir. Sisanya tergantung ia, apakah ia akan membuktikan bahwa dirinya belum habis atau ia memilih untuk menyerah saja terhadap statusnya yang kerap tidak jelas.

Tidak ada komentar